Penulis : Suryani

Beberapa hari lagi jutaan Muslim dari penjuru dunia akan berkumpul di Tanah Suci, menggemakan kalimat tauhid. Mempersembahkan ibadah haji yang agung kehadapan Allah SWT.
          
Pelaksanaan haji memiliki hikmah yang sangat penting, pertama haji adalah ibadah yang menuju ketaatan dan pengorbanan, hanya mereka yang kuat tekadnya yang mau berkorban untuk berhaji, ke dua haji adalah simbol tauhid, di dalamnya ada penegasan pengesaan Allah SWT, ke tiga berhaji juga menapaktilasi jejak sejarah dan spiritual mulai dari Nabi Ibrahim dan Ismail as, hingga Rasululloh Saw., 

ke empat ibadah haji juga mengajari kaum Muslim untuk mengendalikan amarah dan permusuhan, sebaliknya mengembangkan sikap ramah serta tolong menolong kepada sesama, di tengah cuaca panas terik, lelah dan berdesak desakan, para tamu Allah di minta untuk mengendalikan akhlak, ke lima ibadah haji adalah tempat sekaligus momen meleburnya jutaan Muslim dari segenap penjuru dunia dengan ikatan akidah Islam.
        
Namun patut di sayangkan ibadah haji yang mengumpulkan dan melebur jutaan orang dalam satu tempat dan satu waktu, ternyata belum mampu menghantarkan mereka menuju persatuan yang hakiki. Haji  seharusnya  menjadi ajang konferensi akbar untuk membangun kesadaran umat, bahwa mereka kini telah bercerai berai tidak lagi menjadi umat yang satu.  Banyak permasalahan umat yang harus di selesaikan secara bersama.
        
Hari ini kaum Muslim berada di titik terlemah karena terpecah belah. Tak sanggup membela diri dan memberikan perlindungan kepada sesama Muslim, mereka malah membiarkan saudara seiman sekarat di tengah penderitaan, delapan tahun negeri Syam di landa peperangan dengan perkiraan sebanyak 370 tewas, sekitar 6 juta warga Suriah mengungsi di dalam negeri dan 4,8 juta mengungsi ke luar negeri, akibat Perang Arab Saudi - Yaman sekitar 70 ribu menjadi korban tewas, di China sekitar 1,5 juta Muslim Uighur di penjara oleh pemerintah Komonis China di kamp- kamp konsentrasi, dan masih banyak lagi kaum Muslim yang tertindas di negeri negeri lainnya.
        
Alhasil, mari kita rekatkan kembali ukhuwah Islamiyah kita. Satukan hati kita. Campakan ego kebangsaan dan kelompok yang telah membuat kita tercerai berai, yang telah membuat musuh terus menerus menguasai kita. Kita jadikan tauhid sebagai pemersatu kita. Sungguh kita adalah umat yang satu. Bertuhankan satu, Allah SWT. Berhukum satu, Al-Quran. Dengan persatuan di bawah kalimat tauhid itulah Allah SWT akan menolong dan memuliakan kita.  WAlLahu 'alam bi ash-shawab
 
Top