Penulis : Sumiati

Sabtu 06 Juli 2019 telah menorehkan sejarah bagi seluruh orang tua dan santriwan/i STPKU SMP/SMA Sumedang, dalam rangka wisuda tahfidz dan pelepasan kelas 9 dan kelas 12, yang di laksanakan di UNWIM Sumedang. 

Haru menyeruak menyelimuti setiap hati Ayah Bunda, di tambah lagi dengan penampilan istimewa para santri yang luar biasa. Acara di pandu oleh Ustadzah Rina Tresnasari s.pdi, yang tidak diragukan lagi kemahirannya menjadi MC. Keahliannya membawa seluruh peserta terbawa arus suasana yang mengharu-biru. Penampilan para santri yang membuat tangis para Ayah dan Bunda.

Dari mulai tahfidz quran, uji publik, mars murojaah, nashid hafidz quran, upacara adat Islam, kuliah umum dari pengelola Ustadz Acep Muhyidin s.pt, yang membakar semangat Ayah dan Bunda. Semakin yakin dengan persembahan dari Khoiru Ummah, untuk putra-putrinya.
Kurikulum yang berbasis aqidah Islam.

Walaupun ada sebagian santri yang orang tuanya tidak bisa hadir karena berbagai aktifitasnya. Tak membuat para santri terlalu bersedih. 

Setiap pesan, ungkapan sayang para asatidz/dzah telah membesarkan hati mereka. Ketika kelas 7 dan 8 ikhwan menyanyikan nashid hafidz quran, semua terharu, air mata tak terbendung. Membuncah segala rasa di dada, di tambah lagi santri akhwat berhamburan mencari Umi dan Abinya, memeluk mereka dengan persembahan bunga cantik. Suara tangis pun bergemuruh memenuhi ruangan aula.

Selesai menyanyikan nashid hafidz quran, para santri ikhwan bergantian mencari Ayah dan Bundanya untuk memeluk mereka.
Masya Allaah dari setiap kata yang ananda nyanyikan telah membuat hati Ayah dan Bunda meleleh, mencintai, menyayangi, dan bangga terhadap mereka, ucap syukur kepada Allah ta’ala dan terima kasih dari Ayah dan Bunda untuk para asatid/dzah yang telah mendidik putra dan putri mereka tanpa keluh dan kesah. Inilah setiap kata yang membuat Ayah dan Bunda pecah tangisnya:

Ku putuskan satu impian..
Aku ingin jadi hafidz Qur’an..
Ku akan bertahan, walau sulit melelahkan..
Allah beri aku kekuatan..
Ku Impikan sepasang mahkota..
Tuk berikan di akhirat kelak..
Sebagai petanda bahwa kau sangat ku cinta
Aku cinta engkau karena Allah..
Ku Cinta Ummi..
Ku Cinta Abi..
Ku harap do’amu selalu dalam hati..
Ku Cinta Ummi..
Ku Cinta Abi..
Berharap bersama di surga-Nya nanti..
I Love You Ummi..
I Love You Abi..
I Love My Family
Forever in my heart...

Setelah itu ada pemandangan yang menarik, satu santri yang bernama Muhammad Ilham kelas 8, Ayah dan Bundanya tidak bisa hadir, namun tetap tegar menghadapinya, penuh maaf dan sangat mengerti kondisi orang tuanya. 
Walaupun ketika di tanya oleh satu kerabatnya yang mewakili Ayah Bundanya, kerabatnya menghiburnya dengan penuh kasih sayang. Muhammad Ilham berkata, sedih...
Peluk jauh dari Ayah bunda untukmu yang shalih.

Tak sia-sia jauh dari desa, Muhammad Ilham mendapat nilai yang baik, capaian hafalan 4 juz. Semoga istiqomah dan tingkatkan lagi prestasimu. Ayah dan Bundamu pasti bangga dengan keshalihanmu. Semoga Allaah ta'ala selalu menjagamu, tetap ada dalam ketaatan kepada Allah ta’ala. Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.
 
Top