Oleh: Iis siti

Islam adalah suatu ideologi yang agung warisan  Rasulullah saw dan pernah di praktikan oleh para sahabat mulia dan para khalifah, tak di pungkiri, Islam telah berhasil mewujudkan peradaban agung selama lebih dari 13 abad. Namun,  pasca runtuhnya Institusi Islam (Daulah Islamiyyah) tangal 3 Maret 1924, berbagai persoalan di bidang politik,  ekonomi, sosial budaya dan lain-lain muncul menyeruak di seluruh negeri kaum Muslim. Seorang Muslim yang cerdas tentu meyakini  berbagai problem tersebut terjadi karena syariah Islam tidak diterapkan secara kaffah. Oleh karena itu bagi umat Islam penerapan syariah adalah kebutuhan yang lebih mendesak dari kebutuhan terhadap ilmu kedokteran dan yang lainnya.

Kini, Indonesia dirundung banyak masalah. Berbagai kebijakan penguasa melahirkan persoalan baru. Segelintir masyarakat saling menyalahkan. Takut kepada pengemban Islam Ideologis, khawatir Demokrasi tergeser Islam lurus dan menganggapnya sebagai bahaya serta ancaman besar bagi kesatuan NKRI.
Ketakutan itu wajar adanya. Bersikukuh dengan sistem kufur, kegagalan terus terpampang tapi tak mau menggantinya dengan  sistem Islam. Walhasil, segala upaya dilakukan agar laju Islam lurus (kaffah) tak mampu menggoyahkan eksistensi mereka. 

Negara yang mengadopsi sekularisme akan terwujud kapitalisme. Kapitalisme melahirkan seperangkat aturan  yang dibuat oleh manusia. Di bidang ekonomi lahir  ekonomi kapitalis penuh ribawi, di bidang politik lahir watak adu domba dan belah bambu. Tajam ke bawah tumpul ke atas.  Di bidang sosial-budaya lahir perilaku bebas (liberal).  Di bidang pendidikan lahir  pendidikan sekuler, peran agama dijauhkan sedemikian rupa dari kehidupan umat. Umat hilang arah, kacau dengan tatanan fasad juga bingung mencari solusi solutif.

Begitulah jika kehidupan kita diatur oleh hukum buatan manusia bahkan ada sebagian manusia kadang berani bersikap lancang. Merasa tahu hakikat yang baik dan yang buruk bagi manusia terlebih merasa lebih tahu dari Allah SWT. Lalu berani menyingkirkan petunjuk Allah SWT. Bahkan mengajak manusia lainnya untuk menyingkirkan Islam dari kehidupan mereka.

Hanya Allahlah yang Maha Tahu atas hakikat yang baik dan yang buruk untuk manusia. Sebaliknya, pandangan dan penilaian manusia sering salah. Acapkali manusia memandang sesuatu itu baik sehingga dia sukai. Padahal sejatinya hal itu buruk bagi dirinya. Sebaliknya, manusia acapkali memandang sesuatu itu buruk sehingga dia benci. Padahal hakikinya sesuatu itu justru baik bagi dirinya. Allah SWT berfirman:

"... Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Boleh jadi pula kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui." (TQS  al- Baqarah [2]:216).

Terlepas dari itu,   ghirah umat Islam untuk memenuhi seruan Allah SWT dari hari kehari makin meningkat. Umat Islam pun makin bersemangat untuk mengamalkan dan mengupayakan penerapan syariah-Nya di tengah-tengah kehidupan mereka.

Sayang, di tengah suasana ghirah umat itu, beberapa waktu lalu muncul gagasan agar pelajaran agama dihilangkan dari mata ajaran di sekolah. Agama cukup diajarkan oleh orang tua masing-masing atau oleh guru agama diluar sekolah. Alasannya jika agama diajarkan di sekolah maka siswa akan di bedakan ketika pelajaran agama. Dengan itu sekolah tanpa sadar telah menciptakan perpecahan.

Dari pengertian diatas jelas tertolak dalam Islam, pasalnya kita justru diperintahkan oleh Allah SWT untuk masuk kedalam Islam secara kaffah. Allah SWT pun memperingatkan kita agar tidak mengikuti langkah-langkah setan.

" Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara total, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu  musuh yang nyata bagi kalian " (TQS al-Baqarah [2] : 208).

Dengan demikian, jelas,  bahwa gagasan untuk menghapus pelajaran agama dari kurikulum sekolah hanya akan menambah dan memperparah kerusakan. Ada  pelajaran agama saja, banyak terjadi problem di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Apalagi jika pelajaran agama dihapus akan  menambah tatanan kehidupan masyarakat semakin rusak terlebih dari segi  Aqidah dan Akhlak.

Untuk menyelesaikan aneka problem dan memperbaiki kehidupan masyarakat yang harus dilakukan justru kembali pada jalan Islam, yaitu dengan menerapkan syariah Islam secara total serta berusaha  melaksanakan dan menegakkan hukum-hukum nya di muka bumi itulah sebaik baik  orang bertaqwa.

WalLahu  a'lam bi ash-shawab.
 
Top