N3, Sarolangun - Pada pelatihan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan Aur Gading dihari kedua,Selasa (30/7/2019) digelar praktik Dasar Adat Perkawinan dalam daerah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah atau Adat Melayu Jambi, yaitu Prosesi Serah Terima Perkawinan.

Para peserta dengan seksama melihat, mendengarkan dan mempraktekkan tata cara adat tersebut, yang menggunakan bahasa daerah Jambi. Dimulai dari Tata Cara Serah Terimo Adat dan Lembaga, Ulur Antar Serah Terimo Penganten sampai Acara Adat Penuh.

Dalam praktek tersebut peserta diberikan buku panduan yang berisikan kalimat - kalimat untuk Prosesi Ulur Antar yang jika didalam perkawinan seaungguhnya disampaikan oleh Ninek Mamak dalam bahasa Jambinya. Baik kato Bejawab Dihalaman dari pihak yang datang maupun pihak yang menunggu. Yang mana di dalam kalimat yang diucapkan mengandung kata - kata adat atau Seleko dalam bahasa Jambi.

Lurah Aur Gading Zainal Muttakin yang ikut menyaksikan praktek tersebut mengatakan, dalam pelatihan pembinaan ini peserta bukan hanya diberi teori akan tetapi peserta langsung mempraktekkan, sehingga peserta benar-benar dapat meningkatkan pengetahuan dan keahliannya.

Dihari kedua ini diisi oleh pemateri yaitu Datuk Syamsir Husin,Sekretaris LAM Provinsi Jambi. Dibawah arahannya peserta mempraktekkan semua prosesi adat perkawinan.

Sedikit kutipan yang diambil dari buku adat perkawinan yang disusun oleh Datuk Hasan Narbawi.

Mano adat kito yang idak bulih ditinggal,ialah :
" Lah lapuk den memakai, lah kumal dek menyesah. Baju bajahit yang kito pakai, jalan berambah yang kito turut. Sesap berjirami tunggul pemasaran, pandam pakuburan. Titian tereh betanggo batu, lantak yang tak goyah. Cermin yang tak kabu, tapek ditiang panjang. Teluk dibendul jati iolah : ADAT BERSENDI SYARA, SYARA BERSENDI KITABULLAH. 
(SRF)
 
Top