N3 Payakumbuh - Dalam rangka meningkatkan Mutu Tenaga Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pemko Payakumhuh melalui Dinas Pendidikan menggelar Workshop Kurikulum 2013 bagi Pendidik PAUD yang ada di Kota Randang.
Digelar di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Payakumbuh, acara dipandu oleh Andini Agwensia dan rencananya akan dilaksanakan selama 3 hari, Rabu hingga Jum’at, 10 s/d 12 Juli 2019, setiap peserta akan diberikan sertifikat selepas mengikuti workshop tersebut.
Narasumber yang dihadirkan oleh Dinas Pendidikan merupakan orang-orang yang berkompeten dibidangnya, seperti dari Dosen UNP Dr. Dadan Suryana yang sudah menerbitkan beberapa buku tentang pendidikan, dan ada dari guru paud yang sudah mempunyai sertifikat Kurikulum 2013.
Dalam laporannya, Irwanto, S.Pd, menyebut dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan dinas pendidikan, masih banyak guru paud yang masih belum menguasai kurikulum 2013, hanya ada beberapa yang sudah menguasai, workshop ini digelar sebagai wadah untuk pematangan kepada materi.
“Peserta kita undang sebanyak 150 orang dari sejumlah PAUD yang ada di Payakumbuh, ini adalah untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik, saat ini PAUD adalah pendidikan awal yang dari Dirjen sangat didukung sekali melalui anggaran kepada PAUD, ada sebanyak 4,7 triliyun rupiah untuk sseluruh indonesia,” ujarnya.
Disebutkan Irwanto, Kota Payakumbuh dapat bantuan dana untuk PAUD percontohan sebesar Rp. 1.130.000.000, ditambah dengan dua PAUD di Payakumbuh yang juga dapat bantuan rehab sebesar 70 juta rupiah per PAUD. PAUD Arrasyid Balai Panjang dan Nurul Falah Pakan Sinayan.
“Kita mencari setengah mati PAUD mana yang akan direhab dengan dana tersebut karena masih terkendala dengan status kepemilikan tanah dan aset PAUD serta jumlah anak,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, AH. Agustion yang meresmikan workshop mengatakan sesuai dengan DPA Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2019 tentang Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik PAUD, dimana Pemko Payakumbuh terus melakukan peningkatan SDM kepada tenaga pendidik PAUD guna terlaksananya pendidikan yang berkualitas di Kota Payakumbuh.
“Workshop ini kita gelar selama 3 hari agar setiap Tenaga Pendidik PAUD mendapatkan keterampilan dan pemahaman yang dibutuhkan, kita harapkan nanti para Pendidik PAUD mampu beradaptasi dengan perkembangan yang terjadi dunia pendidikan,” ujar Agustion.
Disebutkan AH. Agustion, setiap PAUD di Payakumbuh secara bertahap akan ditingkatkan kualitasnya, ikut menyusul dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengelola dan menjalankan PAUD, sebagai lembaga yang harus meningkatkan standar pengelolaan sesuai aturan yang berlaku sampai saat ini.
“Terkait bantuan untuk PAUD, ada dana hibah di Pemko Payakumbuh, beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh lembaga seperti akta notaris, ijin operasional, dan status kepemilikan sangat menentukan,” kata Agustion.
Sampai saat ini, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh hampir kerepotan dengan puluhan PAUD akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan dana hibah Pemko dan bantuan dari pemerintah pusat, PAUD itu haruslah terdaftar ke Dinas Pendidikan terlebih dahulu.
“Untuk bantuan pusat, kalau tidak jelas status kepemilikan PAUDnya, maka tidak akan bisa kita usulkan, karena bantuan dari pusat benar-benar memperhatikan kepemilikan aset, kalau PAUD masih menumpang tanah, lahan, dan bangunan, sudah tentu sulit mendapatkan bantuan,” kata Agustion menerangkan.
Agustion menegaskan, bukti nyata janji pemerintah yang akan meningkatkan kualitas PAUD sejalan dengan penetapan aturan dan regulasi yang ketat dibuktikan dengan kondisi terkini di lapangan. Terbukti, di Payakumbuh untuk insentif guru PAUD, masih belum bisa mengakomodir keseluruhan karena ada 800 orang lebih guru PAUD di Payakumbuh, akibatnya untuk tahun ini, hanya kurang lebih 368 orang yang bisa diakomodir Pemko Payakumbuh.
“Tahun lalu, kita memberikan insentif kepada 250 orang tenaga pendidik PAUD sebesar Rp.350.000 perbulan, namun tahun ini terjadi peningkatan, kita naikkan menjadi 368 orang sebesar Rp 750.000 perorang, insyaallah tahun besok kita akan terus bisa meningkatkan jumlah uang insentif dan jumlah orangnya, kita sudah mengajukannya dari sekarang,” harap Agustion
Agustion menuntut untuk kedepannya, sejalan dengan program Pemko Payakumbuh tersebut, pangelola PAUD juga dituntut untuk profesional, karena Bantuan Operasional PAUD (BOP) memiliki persyaratan dan standar. Semua pendidik minimal mengikuti kualifikasi berjenjang, PAUDnya juga harus diakreditasi.
“Anak yang dilayani adalah anak di usia emas, usia yang menentukan orientasi dari sang anak. Salah-salah mendidik, ujung-ujungnya akan menjadi besi berkarat dan barang rongsokan, posisinya usia dimana yang sangat menentukan masa depan anak mau kemana, makanya kesalahan pola didikan sejak dini, akan berantai kepada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kita ingin agar hal ini menjadi perhatian dari setiap pendidik PAUD,” pesan Agustion.
Salahsatu peserta Oktavia Muliani, dari PAUD Mengkudu mengatakan sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemko Payakumbuh melalui dinas pendidikan, workshop ini diakuinya baru pertamakali diikuiti, sehingga dirasakan akan sangat menunjang mutu pendidikan di PAUD tempatnya bertugas, dirinya menyebut, usai workshop nantinya bisa menimbulkan rasa percaya diri yang lebih tinggi saat melaksakan fungsinya sebagai pendidik di PAUD.
“Langkah Pemko Payakumbuh dalam mendukung kami para pendidik PAUD sangat kami rasakan sekali melalui workshop, tentu saja kami berharap segera disertifikasi,” ujarnya. (RStp)
 
Top