Oleh: Aubi Atmarini Aiza 
Novelis Fiksi

Kita berduka lagi wahai saudara-saudariku, berduka atas syahidnya Muhammad Mursi. Pemimpin yang dengan lantang membela kebenaran, membela kehormatan Islam, disanalah ia di kudeta dengan kejam. 'Dibunuh Perlahan' adalah dua kata yang paling cocok untuk kasus yang menimpa Alm. Dr. Mursi, yang disebutkan oleh dunia. Mendekam dalam penjara, diisolasi, difitnah dan dipecundangi oleh rezim zalim yang kini memimpin Mesir. 

Dilansir oleh Liputan6.com Wafatnya Mohammed Morsi memicu kesedihan banyak pihak. Sejumlah pemimpin dunia dan tokoh-tokoh terkemuka bereaksi atas kematian mendadak presiden sipil pertama Mesir yang terpilih secara demokratis. 

Maka semua pemimpin dan tokoh-tokoh dunia yang biasanya bungkam terhadap kaum muslim, tiba-tiba berduka atas wafatnya Dr. Mursi. Semua terlihat seperti kabut hitam yang tenggelam dalam lautan aksara dan kata para pemain dunia. Pemain politik dunia dengan skenario mereka. Skenario pembunuhan, skenario penggulingan opini, skenario pencitraan dan lain sebagainya. 

Bagaikan panggung teater, semuanya penuh propaganda dan konspirasi. Jangankan untuk membela kebenaran, bahkan mereka adalah pembunuh kebenaran sebenarnya atau malah musuh dari kebenaran itu sendiri. Tiba-tiba, mereka si sutradara ikut berduka, padahal mereka pula yang membuat Palestina dan negeri muslim lainnya hancur. Manakala pembela semacam Dr. Mursi syahid, maka mereka telah menyingkirkan 1 musuh dari berjuta musuh yang masih berdiri gagah dibarisan pembela kebenaran. 

Jangan tanyakan bagaimana harusnya mereka bereaksi, menyeringai mungkin. Senyum kemenangan iblis, yang hanya ditutupi oleh topeng kelembutan mereka. Bukankah telah lengkap? Lengkap dengan penuh drama dan kepura-puraan? 

Pada 6 tahun lalu ketika kudeta dilakukan Mursi digulingkan. Media terlihat bungkam, namun ketika kematiannya dunia bereaksi maka media dan tokoh-tokoh mulai ikut mencari citra dari duka yang terjadi. Betapapun yang terjadi begitu tragis diakhir, ingatlah bahwa dunia memang panggung teater penuh drama dan sandiwara. Isinya hanya hiburan tanpa kebenaran, hanya sebagai pengalihan dari kejahatan yang semakin terang-terangan. 

Maka ingatlah pesan dari Alm. Dr. Mursi saudara-saudariku. Berdasarkan sumber saksi Jurnalis Mesir, berikut beberapa pesan yang disampaikan Dr. Mursi sebelum wafat : 

1. Kalian telah menuduh saya melakukan aksi mata-mata kerjasama intelijen bersama Hamas, sekarang (pemerintahan) Kalian berinteraksi dan bekerja sama juga dengan HAMAS.

2. Kalian telah menuduh saya atas apa yang terjadi di Sinai, dan sekarang Kalian menyaksikan juga yang terjadi di Sinai ( penyerangan dan pembunuhan ), sementara saya sudah ada di dalam penjara.

3. Kalian menuduh saya terkait insiden kekerasan di Mesir, sekarang Kalian menyaksikan apa yang terjadi di Gereja-gereja dan Masjid ( serangan pemboman), dan pengusiran penduduk dari beberapa kampung dan daerah di Mesir.

4. Kalian mengkudeta-ku dan tak pernah membiarkanku sehari saja tanpa penyiksaan di dalam penjara, dan kalian pura-pura bodoh dengan apa yang terjadi. Kalian ingin membunuhku dengan berbagai macam cara, tapi pada saat yg sama kalian juga ketakutan akan kerasnya reaksi yg akan muncul saat itu terjadi.

5. Tidak ada yg tahu kapan ajal seseorang kecuali Allah. Dia-lah yg berkuasa atas segala urusan. Dan tidaklah kami ucapkan selain : Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung dari setiap pelaku kezaliman dan antek-antek penjahat kudeta.

6. Sungguh aku sangat yakin, aku akan bertemu Allah dalam kondisi bersabar dan berharap mendapatkan pahala. Aku yakin sepenuhnya akan bertemu dengan para penjahat itu di hadapan Allah, dan pada sisi-Nya akan tuntas segala perselisihan (dengan keadilan).

7. Pesanku kepada anak-anak dan istriku, Allah menyaksikan bahwa sungguh aku mencintai kalian, dengan sebuah cinta yang tidak akan mengetahui (kedalaman)nya kecuali hanya Allah semata.
Betapa sering aku menderita, kesakitan, menjalani kehidupan dalam penjara tanpa obat dan pengobatan, tapi saat itu Aku memikirkan kalian siang dan malam. Aku tak tahu kapan kita akan bertemu, dan sungguh mungkin pertemuan kita kelak di Surga. Kita mohon itu kepada Allah, dan kita adukan kepada-Nya kezaliman mereka yang zalim.

8. Sungguh aku sampaikan kepada kalian bangsa Mesir yang agung, aku ulang kembali pesan ini dan senantiasa aku kuatkan : bahwa Kalian mampu menjalankan perubahan wahai pemuda-pemuda Mesir. Jangan meninggalkan dan mengecewakan para ibu-ibu yang anak-anaknya syahid dalam perjuangan ini, juga mereka saudara-saudaramu yang telah terzalimi. Sesungguhnya kezaliman tidak akan abadi, dan mereka para pengkudeta, akan datang kepada mereka hari kepastian. Tidak ada yang abadi, karena hanya Allah-lah yg kekal lagi abadi.

9. Pemerintahanku belum berjalan satu tahun lamanya, dan banyak sekali upaya interfensi dari banyak negara, baik itu Zionis, Amerika dan juga Arab. Mereka menginterfensi banyak urusan Mesir dan membeli para pengkhianat bayaran untuk menghancurkan negeri ini. Dan sekarang ini Mesir sebagaimana kalian saksikan setiap hari, kejadian perusakan demi perusakan terjadi, dan bangsa ini tidak pernah tenang kecuali dengan hilangnya pelaku kezaliman, dan kembali bebasnya mereka-mereka yang terzalimi.

10. Dan point terakhir yang disampaikan Mursi sebelum jatuh ke lantai. Media televisi Mesir merekam peristiwa/ucapan tersebut, tanpa menyiarkannya, yaitu : "Aku hanya menunggu perjumpaan dengan Allah semata wahai para hakim, celakalah hakim dunia ( akan diadili) oleh hakim langit." Kemudian saat itu beliau tidak bisa melihat lagi siapa yang di hadapannya, beliau mengangkat jari telunjuknya ke atas tinggi-tinggi dan jatuh ke lantai.

Jangan termakan oleh informasi yang membuat kita terpecah-belah dan membenci agama kita sendiri wahai saudara-saudariku seiman. Ingatlah pesan Alm. Dr. Mursi, jauh dari lubuk hatinya bahwa ia berharap kepada kita para penerus perjuangan yang masih hidup. Semoga Allah SWT selalu kuatkan dan kokohkan kita dalam jalan dakwah. Aamiin. 

#PrayForMursi
#IslamAdalahSolusi
 
Top