Oleh: Ummu Ainyssa 
(Member Akademi Menulis Kreatif)

Bulan suci Ramadan telah berakhir dan berganti dengan bulan Syawal. Sudah seharusnya bagi kaum muslim kepergian bulan ini menyisakan sebuah kesedihan.

Bagaimana tidak, bulan Ramadan adalah bulan yang sudah di tunggu-tunggu kedatangannya selama 11 bulan yang lalu. Bulan yang penuh dengan keberkahan dan kemuliaan. Bulan yang bertabur pahala yang berlipat ganda serta pengampunan atas dosa-dosa. 

Di bulan inilah kaum muslimin berlomba-lomba penuh semangat melakukan amal kebajikan, target khatam quran, bersedekah, sholat sunah, dll. Yang bisa jadi semangat ini akan sulit di dapatkan di bulan-bulan lainnya.

Bulan Ramadan juga menjadi bulan ketakwaan. Berbagai keutamaan dan kelebihan yang di miliki oleh bulan Ramadan telah memberikan motivasi dan semangat bagi kita untuk meraihnya. Kaum Muslimin di panggil untuk memiliki sikap muraqabah, senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT.

Dari sikap inilah kaum muslim akan terlatih untuk meningkat kan ketundukan dan ketaatannya kepada semua perintah Allah.

Kita di tuntut untuk menggiatkan pengorbanan di jalan Allah, termasuk berkorban menahan rasa lapar dan haus demi meraih derajat takwa. Padahal hal tersebut adalah sesuatu yang di halal kan di bulan-bulan lainnya. Begitupun dengan ibadah-ibadah sunah seperti tarawih, bersedekah, tilawah Quran , dan lainnya pun terasa ringan kita lakukan.

Akan tetapi bulan penuh keberkahan ini telah berakhir.
Lantas bagaimana kita bisa mempertahankan semangat kita pasca Ramadan ini?
Apakah kita bisa istiqomah seperti yang kita lakukan selama bulan Ramadan?
Sejauh mana Ramadan memberikan kesan dan pengaruh baik dalam tingkah laku kita?

Mengingat target yang ingin kita raih saat menjalankan ibadah puasa Ramadan adalah derajat takwa, maka sudah seharusnya derajat takwa itu bukan hanya ingin kita raih di bulan Ramadan saja, tetapi juga di bulan-bulan lainnya. Sehingga seorang Muslim seharusnya tetap istiqomah meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita.

Oleh karena itu, agar keimanan kita tetap stabil pasca Ramadan harus tetap kita jaga dengan hal-hal berikut:

*1. Mujahadah (bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah)*

Target dari puasa Ramadan adalah menjadi orang bertakwa, yaitu bersungguh- sungguh dalam menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. Untuk menjadi orang yang bertakwa sudah seharusnya bersungguh-sungguh dalam pelaksanaan ibadah serta penerapan syariah Islam dalam kehidupannya. Senantiasa mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadan agar tetap terpelihara pada bulan-bulan lainnya. Seperti tetap memelihara puasa sunahnya, sholat sunahnya, tilawah qurannya, sedekahnya, dll... 

*2. Merasa selalu diawasi oleh Allah SWT*

Seseorang yang merasa selalu diawasi oleh Allah akan menyadari dengan sepenuh hati, tanpa keraguan, tanpa kebimbangan bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-geriknya, setiap langkahnya, setiap pandangannya, setiap pendengarannya, setiap yang terlintas dalam dirinya. Sehingga dengan sifat ini akan muncul pengamalan yang maksimal dalam beribadah kepada Allah, dimanapun dan kapanpun, baik dalam keadaan terang-terangan maupun tersembunyi.

*3. Selalu terikat dengan hukum syara'* 

Allah memerintah kan setiap Muslim agar dalam menjalankan semua aktivitasnya senantiasa sejalan dengan hukum syariah. Sehingga sebagai Muslim yang taat dia akan terus menghiasi dirinya dengan hal-hal yang Allah perintahkan serta menghindar kan diri dari perbuatan yang bertentangan dengan hukum syara'. Allah SWT berfirman dalam surat Al Isra:15, "Barang siapa siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri, dan barang siapa tersesat, maka sesungguhnya (kerugian) itu untuk dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang Rasul".


*4. Rajin menuntut ilmu dan meminta nasihat orang lain*

Menyibukkan diri dalam majelis ilmu akan membuat kita semakin semangat berlomba-lomba dalam kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda, "Segolongan orang yang berkumpul di rumah Allah, lalu berzikir, saling memberi nasihat dan saling memberi pengajaran, maka kepada mereka akan diturunkan ketenangan, diliputi oleh para malaikat, diberikan kasih sayang dan Allah SWT menyebut-nyebut mereka di hadapan penduduk langit".

*5. Berkumpul dengan orang-orang shalih*

Tidak dipungkiri bahwa orang shalih adalah magnet kebaikan. Berkumpul dengan orang shalih akan membuat hati kita lebih teguh lagi dalam kebaikan. Saat kita hampir tergelincir dalam kemaksiatan maka akan ada orang shalih di samping kita yang akan selalu mengingatkan kita.

*6. Sering mengingat kematian dan azab neraka*

Sering membaca dan merenungi ayat Al Quran yang berhubungan dengan kematian dan azab neraka akan membuat hati kita takut untuk melakukan kemaksiatan.
Contoh: Saat Sayyidina Umar mendengar seseorang membacakan surat Ath-Thur : 7, "Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi" seketika itu Umar menangis dan pingsan. Bahkan dalam kisah lain di kisah kan Umar langsung sakit selama 2 bulan.

*7. Selalu berdo'a agar Allah memberikan keistiqomahan*

Untuk menjaga spirit dan nuansa Ramadan agar tetap langgeng tidak lupa untuk selalu berdoa agar Allah selalu memberikan kita keistiqomahan. Sebagaimana doa dalam surat Ali Imran : 8 , "(Mereka berdoa) Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau condong kan hati kami pada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah Rahmat kepada kami dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi"
Ataupun doa yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW, :"Wahai Dzat yang Maha membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati kami terhadap agama-Mu dan atas ketaatan kepada-Mu".

Mudah-mudahan setelah Ramadan ini kita semua selalu istiqomah dalam ketaatan kepadaNya. Mampu menjaga semangat ibadah Ramadan untuk 11 bulan kedepan. Sampai Allah pertemukan kita kembali dengan bulan Ramadan tahun depan, Insya Allah...
 
Top