Oleh : Melagustina Dewi S. Sos. I 
( Aktivis Muslimah Peduli Umat Wilayah Batang Kuis)

Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, beliau sehari puasa , dan sehari berbuka. Agar ketika lapar dapat bershabar, dan ketika kenyang selalu dapat bersyukur. Lukmanul Hakim, mengatakan, seorang yang selalu perutnya kenyang, tak akan mampu melaksanakan ibadah, dan dijauhkan dari kedekatannya dengan Allah Azza Wa Jalla. Imam Ghazali dalam kitabnya, yang masyhur, Ihya’ Ulumuddin, mengatakan, ‘Janganlah perutmu engkau jadikan kuburan binatang’.

Namun, Puasa di bulan Ramadhan tidaklah dimaknakan menahan lapar saja. Menurut Abul A’la al-Maududi, ibadah shaum di bulan Ramadhan adalah sebagai bentuk penghambaan seorang hamba kepada Rabbnya secara total. Sebuah bentuk ketaatan yang menyeluruh kepada Allah Rabbul Alamin. Seorang hamba yang menyerahkan dirinya melalui ibadah shaum dengan penuh ketulusan dan ketundukkan, dan semata-mata ingin mendapatkan ridho-Nya. Inilah perwujudan seorang hamba yang mukhlis. Karena ibadah shaum itu, sebuah ibadah yang merupakan bentuk hubungan seorang hamba dengan Rabbnya semata.

Umat juga harus menyadari bahwa Ramadhan tak hanya bertujuan mewujudkan keshalehan individu tapi juga keshalehan umat. Karena hakekat taqwa adalah mewujudnya ketaatan pada seluruh aturan islam baik terkait individu, keluarga, masyarakat maupun negara. Bahkan imam yg menegakkan syariat Islam disebut juga sebagai junnah. Yakni perisai individu agar senantiasa terjaga ketaatan dan terjaga dr kedurhakaan.

Inilah makna yang sesungguhnya  bahwa Ramadhan adalah bulan yang suci, bulan perlawanan , bulan perjuangan dan bulan kemenangan. Yang harus di upayakan oleh seluruh kaum muslimin dimanapun ia berada.

Sukses perang Badar, penaklukan kota Makkah, perang Qadisiyah mengalahkan Persia, menghancurkan Romawi di Tabuk, Sirakusa, maupun Manzikert, penaklukan Andalusia, kekalahan Tartar Mongol oleh Sultan Qurtuz, kemenangan Shalahudin atas pasukan salib Jerusalem hingga sukses Mesir mengalahkan Israel terjadi di bulan Ramadhan. Kemerdekaan negara Indonesia juga terjadi di bulan suci ini. Bulan Ramadhan adalah bulan jihad.

Dan umat pun harus mampu menyiapkan diri untuk merebut kemenangan di bulan Ramadhan tahun ini . Dengan Menghancurkan kekuatan komunis PKI yang ingin bangkit, merontokkan kapitalis aseng yang mendominasi, memporakporandakan faham-faham sesat yang mengotori agama, melawan skenario dan kolaborasi OBOR China, menumbangkan kezaliman yang meminggirkan kekuatan umat, serta melakukan revolusi moral dan akhlak untuk mengubah budaya yang serba permisif dan hedonis.
Wallahu’alam Bi ashawab

0 komentar:

 
Top