Oleh : Khairunnisa', S.Pd

Penggulingan isu poeple power semakin memanas usai pemilu serentak di Indonesia. Isu poeple power ini diprakarsai oleh tokoh penting seperti Amien Rais dan tokoh-tokoh penting lainnya. Ide ini muncul karena pudarnya kepercayaan pada penegak hukum dan elemen penting negeri ini. Konflik sosial dan meningkatnya angka korban angota KPPS menjadi catatan penting pemilu 2019. Kekecewaan ini juga dipicu oleh faktor lain yang membuat umat kecewa dengan drama politik yang berimbas pada goncangan kuat pada berbagai aspek kehidupan. 

Menanggapi hal ini, Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Ade Reza Hariyadi, mengaku tak yakin people power bakal terjadi. Ia menilai, people power muncul karena banyak pemicu, yaitu faktor sosial, politik, dan ekonomi yang bertemu, juga kondisi obyektif dan subyektif yang muncul menjadi sebuah gerakan massa. “Sepanjang restoran masih ramai, mal ramai, anda masih bisa naik Grab dan Gojek, langganan kuota sehingga streaming tidak buffering, maka saya ragu people power," ujar Ade. (Tempo.co)

Isu ini kembali mencuat meski sebagian besar umat ini tengah melakukan puasa ramadhan. Alih-alih meredam kekritisan umat, justru ungakapan ini menimbulkan kemarahan umat terhadap tindak tanduk pihak keamanan dan politisi. Bagaimana tidak, isu ini kembali dikaitkan dengan tindakan konspirasi terorisme dibalik momen people power. Sebagaimana yang terangkum dalam detik.com pada selasa 7/5/2019. Karo Penmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan teroris berencana meledakkan bom di kerumunan massa saat ada protes-protes terkait pemilu. Setelah terjadi ledakan yang memakan korban dari massa aksi, akan timbul kecurigaan antarkelompok. Kemudian situasi akan memicu terjadinya bentrok massa yang besar.

Jika menilik pada ungkapan diatas, justru konspirasi itu mereka ciptakan. Padahal gerakan ini belum terjadi mereka kemudian menciptakan tuduhan-tuduhan tak berdasar. Menakut-nakuti umat dengan aksi-aksi kekerasan kemudian opini ini di giring oleh media-media sekuler liberal. Semangat meredam hoax tapi mereka sendirilah yang menciptakan hoax. 

Belajar Pada People Power  Masa Lalu
Poeple power adalah penggulingan kekuasaan Presiden secara paksa melalui aksi demonstrasi rakyat. Seluruh rakyat turun ke jalan agar Presiden meletakkan jabatannya karena dinilai telah melanggar konstitusi atau melakukan penyimpangan. Gerakan people power di Indonesia juga terjadi ketika tergulingnya rezim Presiden Soeharto yang dipicu oleh demo besar mahasiswa dan rakyat pada Mei 1998 yang menuntut reformasi dan perubahan. Salah satu faktor yang memicu rakyat Indonesia meminta perubahan adalah fenomena krisis moneter sejak Juli 1997. Dengan itulah, amarah rakyat Indonesia tak terbendung lagi. Mereka menuntut perubahan hingga turun ke jalan. Dari sanalah lahir Orde Reformasi yang ditandai dengan lengsernya Soeharto, Presiden kedua Republik Indonesia.

Masa lalu adalah pembelajaran berharga yang bisa kita pelajari. Adakah perubahan signifikan pada gerakan ini? Jika menginginkan perubahan haruslah dilandasi oleh pemikiran politis yang mendalam. selain akan menimbulkan jatuhnya banyak korban, setelah aksi ini apa lagi? Mengubah rezim berkuasa tetapi sistem kapitalisme demokrasi liberal masih bercokol, apa bedanya dengan kondisi hari ini yang tidak berefek pada perubahan aspek politik, ekonomi, kehidupan sosial, pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan lain-lain.

Perubahan adalah keniscayaan. Beragam persoalan yang kian menggurita menumbuhkan kesadaran pada umat untuk berubah. Meski cara pandang perubahan berbeda-beda baik oleh individu maupun oleh kelompok ormas dan partai politik. Carut marut kehidupan sosial yang tak berujung pangkal mulai dari kasus pembunuhan, kejahatan seksual, fenomena L6B7, pemerkosaan. Dari sisi ekonomi, dominasi raksasa ekonomi Cina kian mencengkeram sektor vital negeri ini dengan dukungan utang yang menumpuk meniscayakan indonesia masuk dalam daftar grand desaign perdagangan Cina. film dokumenter 'Seksi Killer' yang baru-baru ini cukup menggelitik kewarasan akal kita betapa dominasi para kapitalis pada SDA begitu kuat. Satu sisi rakyat menjadi korban kerakusan mereka. Pada kekayaan negeri yang melimpah ruah mustahil jika pengelolaannya tidak mampu membebaskan indonesia dari belenggu utang.

Pada aspek politik juga ditengarai oleh macam-macam kepentingan partai dan kelompok-kelompok tertentu. Keagungan politik yang harusnya menjadi sarana untuk mengurusi urusan rakyat justru ditunggangi oleh pihak-pihak yang rakus kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Pada aspek lain juga sangat banyak. Sebagian besar erat kaitannya dengan sistem yang mempola masyarakat semakin rusak sebagaimana kerusakan yang dibawa oleh sistem demokrasi kapitalis sejak kelahirannya.

Oleh karena itu, kekuasaan adalah satu faktor penting yang membutuhkan sistem yang saling menopang antara keduanya. Jika memiliki kekuasaan tapi sistem yang sama tak ubahnya seorang supir handal tapi mobil yang dikendarai adalah mobil reot. Gerakan perubahan haruslah dilandasi atas pendalaman fakta skala nasional bahkan internasional. Sebab design politik dan ekonomi indonesia besar pengaruhnya terhadap design internasional yang di prakarsai oleh negara adidaya dunia, Amerika Serikat dan negara-negara sekutu.

Rule Model Perubahan Hakiki
Kesalahan mendalami fakta akan berakibat pada kesalahan dalam memberikan solusi kehidupan. Bukan solusi parsial yang berakar pada ambisi semata. Tetapi perubahan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasul SAW. Perubahan revolusioner yang mampu mengubah tatanan kehidupan yang diberkahi Allah SWT yaitu perubahan dengan islam. Sistem islam adalah aturan kehidupan yang mampu membawa manusia seluruhnya pada kebaikan hidup di dunia dan akhirat. kesadaran untuk kembali pada islam menuntun ikhtiar dari  para da'i, intelektual muslim, para politisi muslim dan semua elemen masyarakat untuk berdakwah ditengah umat sehingga terwujud opini dan kesadaran umum umat untuk mau menerapkan Islam kaffah. Cahaya kebenaran terlihat, Khilafah Islam semakin dekat karena kemenangan atas islam pasti terwujud nyata sebagaimana Allah janjikan. Seberapa besar tantangan dan sulitnya tidak mampu menghentikan kemenangan ini.

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا ۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا ۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nur 24: Ayat 55)
 
Top