Oleh: Hermida Idris
(AMK5 Maluku Utara)

Pendidikan adalah sebuah tuntutan hidup anak-anak dengan segala kodratnya untuk mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya (Ki Hajar Dewantara). Tentunya tujuan pendidikan adalah menuntut Ilmu.

“Menuntut Ilmu itu wajib atas setiap Muslim”. (HR. Ibnu Majah No. 224, dari sahabat Anas bin Malik RA, di shahihkan Syeikh Albani dalam Shahih al-jaami’ish shagiir No. 3913)

“Barang siapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang Agama.” (Hadist Riwayat Bukhari No. 71 dan Muslim No. 1037)

Baru-baru ini beredar video uji coba anak-anak SMA yang muslim khususnya ketika ditanya bahkan mereka lebih hafal nama-nama artis youtubers dari pada rukun islam dan rukun iman (Social Eksperimen-test pengetahuan Agama Anak Milenial dari youtube noodietukangfoto). Selain itu juga, pada kasus Audrey merupakan seorang siswi SMP dikeroyok oleh 12 siswi SMA dengan cara bengis bahkan mereka adalah muslim. Padahal, ajaran Islam tidak mengajarkan seperti itu.

Miris bukan. Nah, ketika melihat peristiwa ini tentunya masih banyak lagi peristiwa-peristiwa lain, ini adalah gambaran dari pendidikan sekularisme yang mana mereka tidak mau mencampur adukan antara pendidikan Agama dengan pendidikan Umum misalnya yang mereka inginkan adalah pelajaran Agama hanya diajarkan ketika di mesjid saja padahal tidak seperti demikian.

Wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid menilai wacana penghapusan pelajaran agama disekolah yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, bertentangan dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional (cnn.Indonesia.com.). tentunya ini juga sangatlah bertentangan dengan Syariat Islam karena tsaqofah (ilmu pengetahuan islam) merupakan suatu kewajiban bagi umat islam dan hukumnya Fardhu Ain serta merupakan suatu ideologi. Namun, pendidikan sekuler menjadikan ilmu agama adalah suatu hal yang remeh dan terpinggirkan bagi mayoritas kaum muslim.

Disekolah yang bernaungan Islam saja. Masih banyak yang melanggar syariat islam misalkan masih pacaran, merokok, dll yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, itupun sudah mereka lakukan lantas bagaimana jika pembelajaran agama islam itu dihapus dari kehidupan. Tentunya, akan berpengaruh terhadap moral peserta didik karena pendidikan Agama itu tidak hanya mengajarkan tentang ketuhanan saja tetapi hatinya selalu merasa dekat dengan Tuhan, pendidikan Agama juga tidak hanya membahas tentang bacaan-bacaan dalam sholat tetapi bagaimana landasan sholat itu menjadi kehidupan pribadinya, sedekah yang membuat manusia rajin untuk bersedekah, dan pendidikan Agama juga tidak hanya mengajarkan kita bagaimana membaca Al-Qur’an dengan merdu ataupun menghafalnya tetapi menjadikan Al-Qur’an itu sebagai pedoman, petunjuk dll yang mengatur kehidupan manusia secara kaffah.
#semoga-bermanfaat

 
Top