ADVETORIAL BIRO HUMAS PEMPROV SUMBAR

ANS Pemprov Sumbar tak hanya mendapatkan pembinaan secara jasmani. Tetapi juga pembinaan rohani. Apalagi dalam bulan ramadhan ini, selain dihimbau untuk melakukan i’tikaf, para ANS juga diberi siraman rohani  melalui program Indahnya Islam.


“Pembinaan ANS di lingkungan Pemprov Sumbar tidak hanya secara jasmani, tetapi juga rohani,”sebut kepala BKD Pemprov Sumbar, Yulitar baru-baru ini. Program indahnya islam menurut Yulitar  menghadirkan setiap OPD untuk diberi pencerahan dengan penceramah utama Gubernur Sumbar, Irwn Prayitno. Agenda ini rutin dilakukan setiap Ramadhan. Ini diharapkan dapat menambah keimanan dan ketakwaan para ANS. 

Kepala BKD, Yulitar ikut mendampingi Gubernur Sumbar dalam program Indahnya Islam 

Menuruntnya, sesuai arahan Gubernur Sumbar dalam upacara di hari pertama Ramadhan bahwa ASN harus tetap maksimal  dalam memberikan pelayanan. Karena kerja itu adalah ibadah. Dan pada bulan Ramadhan, setiap ibadah yang dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa diganjar pahala yang berlipat-lipat. Diakui Yulitar selama Ramadhan, jam kerja ASN memang dikurangi. Masuk pukul 08.00 WIB, pulang pukul 15.00 WIB. Sedangkan, pada Jumat pulang pukul 15.30 WIB. Tapi pengurangan jam kerja itu menurutnya tidak menjadi alasan bagi ASN untuk bermalas-malasan. 

Suasana program Indahnya Islam yang dihadiri oleh OPD di lingkungan Pemprov Sumbar

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) jangan ada pekerjaan yang terbengkalai karena alasan puasa dan pengurangan jam kerja, namun harus tetap produktif, disiplin dan bersemangat. Dikatakannya, pengurangan jam kerja merupakan bentuk toleransi agar ASN bisa pulang lebih awal dan bisa berbuka bersama keluarga, bukan berarti menjadi alasan untuk bisa bermalas-malasan ataupun mengurangi pelayanan masyarakat. 

Gubernur Sumbar memberikan pencerahan kepada ASN Pemprov Sumbar dalam sebuah  upacara  baru baru ini di lingkungan Pemprov Sumbar

“Jadikan pekerjaan dalam bulan Ramadhan sebagai ladang ibadah dan jangan jadikan puasa alasan membuat semangat kerja menjadi menurun,” ujar Gubernur pada saat melaksanakan Apel Gabungan bagi PNS di lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin 6 Mei 2019.

Kepala BKD, Yulitar

Tidak hanya itu, Irwan menyampaikan, bahwa dalam berpuasa yang paling utama adalah beri’tikaf dengan sempurna pada 10 hari diakhir Ramadhan. Namun, apabila ada ASN ingin melakukan I’tikaf diperbolehkan asalkan pelayanan kantor tidak terganggu.


ASN di lingkungan Pemprov Sumbar
 “Silahkan bagi ASN melaksanakan i’tikaf, asalkan tugas dan kewajibannya dari kantor tidak terganggu, tentu tidak ada keharusan untuk bolos atau mangkir dari kerja,” kata Irwan. Gubernur juga berpesan agar setiap PNS sama-sama menjaga ukhuwah islamiah, kemudian manfaatkan waktu dibulan Ramadhan ini untuk perbanyak melakukan ibadah untuk mencapai taqwa. (ags) 

0 komentar:

 
Top