Oleh : Liana
(Pelajar)

Viral. Baru-baru ini kita dengar berulang kali terjadinya kekerasan fisik terhadap kaum wanita maupun pria di kalangan remaja. Namun yang sedang ramai ialah seorang siswi SMP bernama Audrey, Pontianak. Saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit dan pelakunya adalah beberapa siswi SMA yang kini sudah diamankan oleh kepolisian.

Namun peristiwa ini bukanlah yang pertama,  dan bukan juga yang terakhir.  Namun pernah juga di alami oleh kalangan remaja yang lainnya. Seperti tulisan Ustadz Iwan Januar yang diunggah laman instagram muslimahnewsid (13/04/19) bahwa Kita semua tahu kalau Audrey bukanlah korban yang pertama, dan bukan yang paling mengenaskan. Ada Yuyun, siswi SMP yang diperkosa beramai-ramai oleh segerombolan remaja lalu dibunuh dan jasadnya dibuang ke jurang. Remaja yang melakukan kekerasan di tanah air juga tak pernah surut dengan beragam kasus. Memukuli guru sampai menjadi anggota gang motor yang membegal korban. 

Mereka rela melakukan kekerasan, hanya demi memuaskan rasa emosionalnya saja,  tanpa harus berpikir panjang.  Apalagi ditambah dengan adanya dukungan-dukungan dari setiap lawan atau geng-geng yang mereka miliki itu menjadi dorongan mereka untuk terus bertindak kasar terhadap temannya. Bahkan yang paling mirisnya di kalangan remaja saat ini tumbuh anggapan bahwa hal seperti ini bisa dikatakan "keren" . Mengapa? Karena mereka bisa meningkatkan popularitas mereka, yang sampai-sampai kekerasan seperti ini direkam dan diunggah di sosial media. Dan ini jelas kian berbahaya sebab nantinya akan ditiru oleh remaja lainnya.  

Generasi muda hari ini pun menjadi generasi muda yang hancur dalam hubungan pertemanan. Kurangnya kesadaran yang mereka miliki,  sebab terbiasa dengan konsep berfikir yang pragmatis dan apatis.  Mereka hanya menjadi generasi pembebek yang mengikuti perkembangan zaman milenial tanpa mempertimbangkan baik atau buruk.  Akibatnya, pergaulan bebas pun menjelma dengan seiring jauhnya kehidupan dan perilaku remaja dari aturan islam. 

Beginilah mirisnya kondisi remaja saat ini yang hidup dalam belenggu pusaran kekerasan. Kenakalan remaja yang tak terbendung lagi merupakan akibat dari ketiadaan perisai yang benar-benar mampu menjaga mereka. Ketika aspek Islam diacuhkan oleh remaja dan dijauhkan dari remaja, maka bukan hal yang aneh jika remaja kian hari kian mengerikan. 

Maka, sudah saatnya remaja lepas dari belenggu mematikan ini. Menjadi pribadi yang cenderung kepada kebaikan (hanif). Dan untuk mewujudkan ini dibutuhkan peran lingkungan sekitar juga negara dalam menciptakan suatu kondisi yang kondusif bagi terbentuknya perilaku tersebut.
Wallahu'alam bishowabb...
 
Top