Oleh : Rita Novita
Ibu Rumah Tangga

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat mengingatkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk mengedepankan Kebhinnekaan dan Inklusivitas dalam kampanye akbar di Gelora Bung Karno minggu ( 7/4/2019) yang lalu. Pesan itu terungkap dalam surat yang disampaikan SBY kepada tiga petinggi. Surat itu ditulis SBY dari singapura tertanggal 6 April 2019.

Dalam suratnya, SBY mengatakan melalui sejumlah unsur pimpinan partai Demokrat ia meminta konpirmasi apakah berita yang ia dengar itu benar atau tidak, bahwa berita yang ia dengar itu mengandung kebenaran. SBY mengingatkan, bahwa pemimpin yang mengedepankan permainan identitas akan menjadi pemimpin rapuh. Selain itu juga, SBY mengatakan bahwa ia berterus terang tidak suka jika rakyat indonesia harus dibelah sebagai “pro pancasila” dan “pro khilafah”. 

Dari fakta diatas menunjukan ketakutan mereka akan bangkitnya kesadaran politik kaum muslim. Bangkitnya kesadaran politik umat yang diawali oleh para ulama sebagai penggagas Aksi Bela Islam seharusnya patut di apresiasi, bukan di takuti. Apalagi dibendung dengan upaya masif untuk menjauhkan umat dari aktifitas politik hakiki. Karena memang sudah masanya umat ini bangkit dan bersatu untuk masa depan negeri ini. 

Maka, tidak diperlukan adanya kekhawatiran dan ketakutan terhadap bangkitnya kesadaran politik kaum muslim atas negeri ini. Bukankah kesadaran politik inilah yang menghantarkan para ulama membebaskan negeri ini? Sebaliknya kesadaran politik umat harus semakin dideraskan dengan pemahaman yang benar bukan dengan pragmatisme politik ala demokrasi. Oleh karena itu, saatnya kita sadar bahwa kebangkitan politik identitas islam dalam diri kaum muslim menjadi hal yang patut dibanggakan, bukan ditakuti. 

Bangkitnya kesadaran politik umat islam adalah sebuah keniscayaan yang tak dapat di bendung. Sebaliknya menjadi sinyal baik akan adanya perubahan menuju politik yang hakiki, yaitu politik islam dimana Al-quran dan Assunah menjadi sumbernya. Semua itu akan terwujud dengan berdiri nya Daulah Khilafah Islamiyyah. 
Wallahu’alam bi shawwab.

0 komentar:

 
Top