Oleh: Erni Yuwana (Aktivis Muslimah)

Tujuh puluh tahun lebih, Israel menjajah Palestina. Namun, dunia seolah bungkam. PBB dan HAM tidak berkutik, seolah mengamini segala pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji, dirinya akan mencaplok permukiman Israel di Tepi Barat jika menang dalam pemilihan umum (pemilu) yang akan dilangsungkan pada 9 April 2019. Keputusan tersebut langsung membuat para pemimpin Palestina beraksi dengan keras. Pasalnya, tindakan Israel tersebut menyalahi konvensi Jenewa yang melarang membangun pemukiman di atas tanah yang direbut dalam perang. (Republika.co.id, 09/04/2019)

Israel Dan Retorika Penguasa Negeri Muslim
Benar, bukan untuk pertama kalinya Israel melanggar hukum internasional. Israel tidak akan berhenti melanggar hukum internasional selama mendapatkan dukungan terutama dari Amerika Serikat (AS). Pada Maret lalu, Donald Trump (presiden Amerika Serikat) memutuskan untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Kemudian pada Desember 2017, AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besarnya di kota tersebut. Alih-alih menghentikan penjajahan yang dilakukan Israel dengan dukungan AS, dunia bungkam membisu seolah turut melanggengkan penjajahan itu sendiri.

Kini, Palestina tidak menyisakan aroma lain, kecuali aroma darah, kematian dan kehancuran. Ribuan anak-anak dan ibu di palestina kian tertindas, tercabik, terluka, disusul dengan syahidnya para suami, ayah, kakak, keluarga di bawah penjajahan Israel. Umat Muslim di seluruh dunia kian terluka dan berduka melihat penderitaan rakyat Palestina yang tiada henti.

Turut merasakan kepedihan yang dialami warga Palestina adalah sesuatu yang wajar, lumrah dan biasa. Tidak perlu bergelar ustadz, profesor, guru, syaikh atau apapun untuk dapat merasakan penjajahan di Palestina, cukup menjadi seorang manusia yang tidak mati akal dan perasaannya. Bagaimana mungkin kita menyukai dan menikmati adegan kedzaliman yang luar biasa? Sedangkan krisis kemanusiaan di palestina telah nampak nyata di depan mata. Dunia telah menyaksikan dengan jelas.

Para pemimpin negara muslim pun berlomba untuk mengecam keras dan mengutuk sikap Israel. Namun, kecaman dan kutukan yang dilakukan oleh pemimpin dan penguasa negeri muslim tidak berpengaruh apa-apa terhadap nasib Palestina. Hal tersebut tidak lebih hanya merupakan retorika-retorika belaka untuk menenangkan kemarahan umat muslim. Nyatanya, para pemimpin dan penguasa negeri-negeri muslim tidak melakukan tindakan apapun, padahal kekuatan politik dan militer ada dalam genggaman tangan mereka.

Kebebasan Hakiki Palestina
Kebebasan rakyat Palestina bukan hal yang utopis. Bukan hanya sekedar mimpi. Kebebasan hakiki tersebut wajib untuk direalisasikan di dunia ini. Krisis kemanusiaan di Palestina harus segera dihentikan. Solusi yang sanggup kita lakukan sampai saat ini adalah pertama, terus bersuara menyampaikan kebenaran. Kebenaran bahwa zionis Israel telah menjajah Palestina. Kebebasan terhadap rakyat Palestina harus segera direalisasikan. Menyadarkan umat bahwa al Quds adalah milik umat Islam. Hal ini wajib disuarakan di seluruh media, baik lewat aksi sosial, media sosial, media cetak, dll.

Kedua, menentang solusi dua negara. Ini bukanlah solusi. Hal ini merupakan cara untuk menyerahkan tanah Palestina kepada penjajah (Israel) secara sah.

Ketiga, mendesak pemimpin negeri muslim untuk bertindak nyata, mengerahkan segala kemampuannya, baik militer maupun kekuatan politiknya untuk membebaskan Palestina dari Zionis Israel.

Keempat, Khilafah Solusi Hakiki. Kita membutuhkan hadirnya kepemimpinan umat Islam yang akan benar-benar membawa misi pembebasan dan menggunakan militer dan kekuatan politiknya untuk membebaskan Al-Quds, Rohingya, Uighur dan semua negeri Islam yang saat ini dirampas dan diduduki penjajah.

Maka perjuangan umat muslim untuk tegaknya khilafah harus semakin kita kobarkan. Penjajahan Israel terhadap Palestina yang sungguh menyakitkan ini, kita jadikan pelecut untuk persatuan umat Islam. Ini adalah momen terbaik menyatukan sikap dan langkah kita mengakhiri penderitaan kaum muslim di seluruh dunia dan mewujudkan izzah Islam dan kaum muslim.

 إنما الإمام جنة يقاتل من ورائه ويتقى به

"Sesungguhnya Imam adalah perisai di mana mereka (Muslim) berperang di belakangnya dan dengannya Muslim dilindungi". [HR Muslim]
 
Top