Penulis : Eli yulyani

Stigma negatif ditengah masyarakat tentang Khilafah,Islam radikal, intoleran, nampaknya menjadi satu paket yang disematkan pada umat Islam,terutama kepada pengemban dak'wah yang menyerukan tentang syaria't. Sungguh aneh dan menyedihkan, karena tuduhan-tuduhan itu dilontarkan bukan hanya dari kalangan non muslim dan munafik,tapi dari mereka yang mengaku muslim, terlebih mereka yang mengklaim dirinya ulama.

Ketidak pahaman tentang khilafah menjadi sumber utama kesalah pahaman ditengah masyarakat, belum lagi hasutan-hasutan jahat dari para munafik pengusung kapitalis liberal yang ketakutan dengan khilafah, terus digencarkan hingga uman menjadi phobia.

Ibarat kata pepatah,"tak kenal maka tak sayang", demikian yang terjadi di masyarakat kita.hanya dengan mendengar isu-isu yang tidak benar, fitnah tentang khilafah yang mengatakan bahwa khilafah itu hanya milik umat Islam,tidak ada tempat bagi non muslim,serta hukum-hukum yang diterapkan tidak mungkin ada kesesuaian bagi non muslim. Belum lagi tentang ideologi yang selalu dibenturkan dengan Pancasila dan isu khilafah akan memecah belah kebhinekaan.

Menyadarkan dan memahamkan umat tentang khilafah memang bukanlah hal yang mudah, butuh perjuangan,pengorbanan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa busa jadi taruhan. Ideologi kapitalis sekuler yang sudah mengakar ditengah masyarakat,menjadi pangkal utama penghambat terbukanya pikiran masyarakat tentang pemahaman khilafah. Slogan-slogan yang dibuat seperti "NKRI harga mati" atau "ukhuwah wathoniyah" sepertinya menjadi jurus yang jitu untuk menjauhkan umat dlm memahami syaria't islam secara kaffah.

Seandainya saja setiap umat islam dinegeri ini,terutama para penguasa,mau duduk bersama,berdiskusi,mendengarkan dengan hati dan pikiran yang tenang, penjelasan tentang betapa agung dan mulianya sebuah sistem yang ditawarkan islam,yang diridhoi Alloh swt, tentulah mereka tidak mungkin bisa menolak dan memungkirinya, karena hanya dengan kekhilafahan lah semua mahluk hidup bisa terjamin kehidupannya.kesejahteraan bukan hanya milik umat islam, bahkan orang-orang kafir pun mendapatkan perlindungan dan hak-hak yang sama dalam daulah. Memuliakan kaum perempuan, dengan menempatkannya pada posisi yang semestinya, yang sangat jauh berbeda dengan sistem kapitalis liberal saat ini,dimana para perempuan dengan tameng kesetaraan gendernya, perempuan mengeksploitasi dirinya hanya untuk kepentingan materi. demikian pula dengan pengelolaan alam,dan sistem hukum yang dilaksanakan, tidaklah mungkin akan mendzolomi umat manusia, karena satu hal yang mustahil bagi Alloh membuat aturan dan hukum yang salah bagi manusia.

Kehancuran demi kehancuran sudah semakin terasa, terutama krisis moral yang berpangkal dari sistem kufur.bukan saatnya lagi bagi kita umat islam untuk sekedar mengelus dada dan hanya menyelamatkan diri dan keluarga, tapi harus berjuang dengan segenap kemampuan untuk tegaknya kembali satu sistem yang agung, yang akan menyelamatkan umat manusia dari kehinaan dan keterpurukan.sudah saatnya umat islam menyongsong kembali kejayaan peradaban islam yang mulia. Allohuakbar....
 
Top