Penulis : Dede Nurmala
(Mahasiswi STAI.DR.KHEZ Muttaqien Purwakarta)

Islamofobia sengaja diciptakan untuk menebar ketakutan umat terhadap simbol Islam serta ajarannya. Ini terjadi diseluruh dunia termasuk Indonesia.

serangan terhadap 4 masjid di kota Birmingham Inggris dilakukan oleh seorang pria bersenjata yang menghancurkan jendela masjid dengan palu kodam. Serangan ini terjadi di masjid yang berlokasi di Slade Road, Erding Tun, Aston, dan Perry Barr. BBC.Com (22/03/2019).

setelah umat muslim berduka atas tragedi di New Zaeland yang dilakukan manusia biadab terhadap umat Muslim, kini hati kita harus tercabik-cabik menyaksikan para pembenci Islam yang semakin arogan. Mereka merusak tempat ibadah umat Muslim yang didalamnya penuh ketenangan.

Maka dari itu jika hati kita masih mengaku beriman kepada Allah. Sangat wajarlah bila kita mengutuk manusia biadab tersebut.

sehingga aksi solidaritas pun dilakukan oleh sejumlah muslim di Denmark. Mereka melakukan shalat jumat di depan gedung parlemen. Namun ternyata aksi tersebut dipropokasi kelompok sayap kanan ekstrem Denmark, mereka mendatangi lokasi aksi dan membakar salinan AlQuran. Republika.co.id (22/03/2019).

mereka yang melakukan perbuatan itu memang terkenal anti Islam, sehingga merasa terganggu dengan adanya aksi tersebut. Jelas alasan ini tak bisa diterima karena nyatanya Umat Muslim melakukan aksi dengan penuh kedamaian.

apapun yang dilakukan kaum Muslim memang selalu salah. Bahkan banyak alasan agar kaum Muslim menjadi biangnya dan pantas untuk disalahkan. sungguh kebencian terhadap Islam sudah memenuhi dada-dada mereka. Pandangan terhadap kaum Muslim dan Islam sangatlah buruk.

hal tersebut memang terjadi di luar Negeri bahkan dengan Muslim sebagai minoritas. tak jauh beda dengan negeri Indonesia, walaupun Muslim sebagai mayoritas tapi mereka selalu menjadi sasaran dari setiap kedzoliman yang terjadi. Ajaran islam yang begitu sempurna dianggap menyesatkan, para aktivis dakwah yang menyebarkan ajaran islam kaffah dianggap radikal, para ulama dipersekusi dan dikriminalisasi.

laporan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko widodo Ma'ruf amin yang masih menuduh bahwa bendera tauhid adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Tribunnews.com (25/3/19). sungguh tuduhan yang keji. memfitnah dengan dalil yang tak jelas, menjadikan simbol Islam sesuatu yang menakutkan.

perlu berapa dalil untuk membuktikan bahwasanya bendera yang berkalimat mulia itu adalah bendera Islam, bukan bendera suatu organisasi.

deretan demi deretan tuduhan untuk memojokan Islam terus terjadi tak terhenti, bukan reda justru semakin menjamur dimana-mana. Islam selalu menjadi target kedzoliman. Membuat para pemeluknya sudah menghiraukan bahkan menjauhkan diri dari syariat.

kenapa ini terjadi?
Syariat yang datang dari sang pencipta diabaikan, sudah tak menjadi pedoman hidup. Justru di cap suatu hal yang menakutkan.

karena Islam lemah, lemah dihadapan musuh-musuhnya. Kaum muslim nampak buih dilautan. Tak disegani apalagi ditakuti. Izzahnya sudah tak bernilai, iffahnya sudah hilang. 

Mana kaum muslim yang dulu?
dengan kekuatan yang tak terkalahkan. yang dengan selembar kertas membuat tubuh musuh-musuh gemetar. Yang dengan Sepotong tulang membuat pemimpin dzolim takut. Yang dengan satu teriakan wanita mampu menghempaskan penghinaan.

sampai detik ini tak melihat lagi Islam agama yang mulia. Tapi suatu hari nanti Islam akan kembali mulia. kebencian dan ketakutan terhadap Islam dan ajaranya akan lenyap. Karena akan segera kembali institusi yang menerapkan syariat Islam secara kaffah yang mampu melindungi kaum muslim dan membuat ketenangan bagi alam semesta.
wa'Allahu 'alam biishowab.

0 komentar:

 
Top