Penulis : Masniati,  S. Pd 
(Akademi Menulis Kretif Reg. Bima)

Hampir tiap hari beranda akun sosial media, muncul berbagai status yang tentunya bikin tanda tanya besar. Ya, kasus bunuh diri yang terjadi di Dompu, menghebohkan jagad dunia nyata hingga dunia maya, khususnya bagi masyarakat setempat dan sekitarnya. 

Racun serangga Dupont Lenate kembali makan korban. Kali ini, Siti Rahmawati, remaja asal Desa Tolo Kalo Kecamatan Kempo, Dompu menjadi korbannya.
Siswi SMAN 2 Kempo ini nekat mengakhiri hidupnya, dengan meminum racun serangga tersebut hanya karena masalah sepele. Dia tidak terima dibentak oleh ibu kandungnya.

Kapolsek Kempo Iptu Yuliansyah mengatakan, korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 23.30 Wita, Rabu lalu (20/3). Korban sempat mendapat perawatan selama satu jam di Puskesmas Kempo. Tapi, nyawanya tidak tertolong, karena terlalu banyak menelan racun.

“Korban sudah dikebumikan siang ini (kemarin) di TPU Desa Tolo Kalo,” katanya pada Radar Tambora (Lombok Post Grup).

Beberapa hari sebelumnya, kasus bunuh diri dengan cara meminum racun juga terjadi di Kecamatan Hu’u, Dompu. Kali ini korbannya adalah Umi Raehana, siswi SMKN 1 Hu’u asal Desa Sawe. Siswa 16 tahun ini juga mengakhiri hidupnya dengan meminum racun serangga Dupon Lannate. Aksi nekat korban dilakukan di dalam kamarnya dengan pintu terkunci.
Korban pertama kali diketahui temannya Sarina, sekitar pukul 09.00 Wita usai pulang jalan-jalan pagi. Saat itu Sarina mendatangi rumahnya  dan mengetuk pintu kamar korban. Namun tidak ada jawaban.

Sarina terus memanggil korban, tetap tidak ada jawaban. Karena khawatir terjadi apa-apa, Sarina membuka paksa pintu kamar korban.

Begitu kamar dibuka, Sarina kaget melihat kondidi korban. Ia langsung berteriak memanggil kedua orangtua korban. Saat itu korban dalam kondisi terkapar dengan mulut berbusa. Korban langsung dilarikan ke RSUD. Sayang, nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal oleh dokter karena terlalu banyak menelan racun.

Belum diketahui apa penyebab korban bertindak nekad. Namun informasi yang berkembang,  diduga korban memiliki masalah dengan orang tuanya.

Korban tidak terima lantaran handphone yang diberikannya ke sang pacar diambil kembali orangtuanya. Merasa kecewa dan malu, korban memilih mengakhiri hidup.

Anggota DPR Kabupaten Dompu Abdullah mengaku perihatin dengan banyaknya kasus bunuh diri di Dompu. Apalagi alasan korban mengakhiri hidupnya, terbilang sangat sepele.

 “Apalagi kasus bunuh diri ini, terjadi setiap bulan sepanjang tahun ini,” ungkap Bang Doel Sawe sapaan akrab politisi PKS ini.Abdullah mengungkapkan, di Kecamatan Hu’u saja, korban meninggal dengan cara meminum racun sudah empat orang. Belum lagi di kecamatan lainnya. Karenanya ia berharap ada penanganan khusus, agar kasus bunuh diri ini tidak terulang kembali “Sulit dicegah memang. Bahkan berbagai upaya dilakukan oleh semua pihak dalam membentengi kasus ini, tapi tidak mempan,” pungkasnya.

Angka kematian dengan kasus bunuh diri di Kabupaten Dompu, NTB cukup tinggi. Tercatat sebanyak 14 kasus bunuh diri sejak tahun 2018 hingga Maret 2019 ini. Kejadian ini rata-rata dengan meminum racun mulai dari racun serangga, herbisida serta obat nyamuk. 

Kasus ini dominan terjadi di Kecamatan Hu'u saja. Yang rata-rata kasusnya tidak tertolong atau langsung meninggal. Tidak sedikit juga kasus percobaan bunuh diri yang berhasil digagalkan atau diselamatkan.

Selain itu, kasus ini juga kerap terjadi dalam rentang waktu yang cukup pendek, hanya berjarak hitungan pekan bahkan hanya berjarak selang hari. 

Fakta lain dari kasus bunuh diri dengan cara minum racun ini adalah korbannya berasal dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah menengah pertama dan Menengah Atas. 

Motif dari kasus ini yang berhasil di ungkap oleh Kepolisian Resor Dompu juga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu sangat variatif, mulai dari masalah ekonomi, masalah rumah tangga, urusan asmara hingga masalah pendidikan. 

"Entah apa yang terjadi, di Kecamatan Hu'u sejak Januari-Maret 2019 ini sudah lima kejadian kasus bunuh diri dengan minum racun," kata Kassubag Humas Polres Dompu, pada detikcom Senin (18/03/2019).

Bunuh Diri Bukan Solusi

Banyak faktor yang menjadi pemicu maraknya kasus bunuh diri. Hanya karena hal sepele, justru bisa menjadi pemicu seseorang mengakhiri hidupnya dengan cara tragis tersebut. 

Krisis iman merupakan salah satu faktor penyebab pelaku memilih mengakhiri masalahnya dengan bunuh diri.  Orang-orang yang belum kokoh keimanan dalam dirinya, kerap menganggap bahwa bunuh diri adalah solusi alternatif atas semua masalah yang menghimpit hidupnya. Bunuh diri baginya adalah 'jalan pintas' mengakhiri masalahnya. Padahal, hal itu adalah pemikiran dangkal yang justru menjerumuskan manusia dalam kehinaan. 

Bunuh diri adalah dosa besar dalam pandangan Islam. Bunuh diri adalah sikap putus asa dalam menghadapi berbagai ujian hidup yang diberikan oleh Allah. Islam mengharamkan aksi bunuh diri.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan,
"Bunuh diri adalah salah satu dosa besar. Allah Ta'ala berfirman:

"Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. An Nisa:29-30).

Rasulullah SAW menyampaikan dalam sabdanya, 
"Barang siapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di adzab dengan itu di hari kiamat". (HR. Bukhari dan Muslim).

Ngerinya Adzab Bunuh Diri

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

كان فيمن كان قبلكم رجل به جرح فجزع فأخذ سكيناً فحز بها يده فما رقأ الدم حتى مات . قال الله تعالى : بادرني عبدي بنفسه حرمت عليه الجنة
“Dahulu ada seorang lelaki yang terluka, ia putus asa lalu mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya. Darahnya terus mengalir hingga ia mati. Allah Ta’ala berfirman: ”Hambaku mendahuluiku dengan dirinya, maka aku haramkan baginya surga” (HR. Bukhari Muslim ).

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَن قتل نفسه بشيء في الدنيا عذب به يوم القيامة
“Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di adzab dengan itu di hari kiamat” (HR. Bukhari Muslim).

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

“Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu kelak akan berada di tangannya dan akan dia gunakan untuk menikam perutnya sendiri di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka kelak ia akan meminumnya sedikit-demi sedikit di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-lamanya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas gunung, maka dia akan dijatuhkan dari tempat yang tinggi di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-selamanya” (HR. Bukhari Muslim).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan: “Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di adzab dengan itu di neraka Jahannam. Artinya seseorang yang bunuh diri pasti akan masuk neraka Jahannam” (Syarhu Al Kabair, 109).
Allahu a'lam bish showwab
 
Top