N3, Sarolangun ~ Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sarolangun Gelar Apel Siaga dan Patroli Pengawasan Pemilu Anti Politik Uang di  Laman Besamo Lapangan Sriwijaya,Senin (15/4/2019).

Apel siaga ini merupakan bentuk kesiapan seluruh anggota Bawaslu  Kabupaten Sarolangun pada tahapan Masa Tenang dalam mengawasi jalannya Pemilu Tahun 2019 hingga di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Wakil Bupati H.Hillalatil Badri yang membacakan sambutan Bupati Sarolangun mengatakan,menghadapi pemilu kali ini, kesiapan Bawaslu dalam mengawal mesti mengedepankan nilai-nilai integritas sebagai penyelenggara pengawas Pemilu dan kepada semua pihak untuk selalu menjaga iklim sejuk dan kondusif sehingga berjalan sukses.

" Saya menyampaikan kepada Bawaslu dan jajarannya untuk senantiasa mengedepankan nilai-nilai integritas sebagai penyelenggara pengawas Pemilu di Kabupaten Sarolangun,"sebut H.Hillalatil Badri.

Usai membacakan sambutan dilanjut, pelepasan balon sebagai bentuk Gerakan Tutup pintu tolak politik uang .

Turut Hadir dalam apel siaga tersebut,pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi Afrizal, Ketua Bawaslu Sarolangun Edi Martono, Kakan Kesbangpol Solahuddin Novri, perwakilan Kapolres, perwakilan Kajari, perwakilan KPU, Camat dan Lurah Serta seluruh anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mulai dari tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan hingga TPS dari 10 Kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun.

Ketua Bawaslu Sarolangun,Edi Martono dalam laporannya mengatakan,untuk jumlah personil pengawasan Pemilu serentak 2019 ini,jika untuk personil Kecamatan berjumlah 30 orang,personil Desa/Kelurahan 158 orang dan personil TPS 876 orang.

Sedang sambutan Bawaslu RI yang dibacakan oleh pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi,Afrizal menyebutkan, Pemilu adalah perayaan demokrasi yang patut dirayakan dengan penuh sukacita, damai, dan kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang beradab.

" Aspek keserentakan dari pemilu kali ini menjadi ujian besar bagi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu dalam menjaga hak pilih rakyat," ucap Afrizal.

Tersisa dua hari lagi kita akan memasuki puncak perayaan pemilihan 2019. Pada 17 April nanti seluruh anak bangsa yang berhak memilih menggunakan hak pilihnya.

" Pada masa tenang, 14-16 April 2019 menjadi masa paling krusial,dimana dalam masa tenang ini sering terjadi praktik-praktik kecurangan seperti politik uang, propaganda isu SARA, hoax, serta kekerasan antar massa pendukung,"sebut Afrizal. (SRF)
 
Top