PADANG - Sebanyak 330 Kepala KUA, Penghulu dan Penyuluh se Sumatera Barat hadir di Kyriad Hotel Bumiminang Padang , Rabu (20/3). Ujung tombak Kementerian Agama ini mengikuti kegiatan yang dihelat Bidang Urais Binsyar dan Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Sumbar.
Tak tanggung-tanggung Dua Bidang dibawah Ditjen Bimas Islam ini menggelar enam kegiatan yang berbeda. Kegiatan ini dibuka Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri didampingi Kabid Urais, H. Syamsuir bersama Kasi pada dua Bidang tersebut.
Ketua Panitia, Yufrizal yang juga Kasi Pemberdayaan KUA Bidang Urais dalam laporannya mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan tiga hari sejak hari ini sampai tanggal 22 Maret mendatang. Adapun kegiatan di Bidang Urais, Rakor dan Evaluasi Kelembagaan/Layanan KUA Wilayah I dan Wilayah II dengan peserta sebanyak 173 Kepala KUA se Sumatera Barat.
Kemudian Bimtek Usulan PAK (Penilaian Angka Kredit) penghulu tahun 2019 dengan peserta 40 orang penghulu, Workshop peningkatan administrasi pengelolaan PNBP NR pesertanya pengelola PNBP NR sebanyak 40 orang. Sementara untuk Bidang Penais kegiatannya, Sapa Penyuluh dengan peserta 80 orang Penyuluh Fungsional PNS dan Honorer.
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri, mengapresiasi kegiatan ini dan bangga bertemu dengan penghulu dan penyuluh dalam agenda yang terintegrasi antara Bidang Penais Zawa dan Urais Binsyar. Dimana kegiatan ini mempertemukan antara Kepala Kua, Penghulu dan Penyuluh Agama Islam se Sumatera Barat.
“Alangkah bahagianya hati kami jika Penghulu dan Penyuluh bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Begitu ungkap Kakanwil yang hobi berpantun ini. Terimakasih kepada Penyuluh dan Penghulu yang telah melaksanakan tugas dengan sebaik-sebaiknya karena kita telah mencapai kinerja yang baik,” ungkap Hendri dengan bangga.
Sebagai aparatur sipil negara lanjut mantan Kakan Kemenag Agam ini, kita  harus merujuk kepada visi dan misi yang jelas. Visi itu harus kita baca, hafal dan fahami sehingga mewarnai dan mempengaruhi gerak gerik kita dalam melaksanakan tugas.
Menurut Kepala Kanwil ada 7 (tujuh) visi yang harus kita ketahui dan kita amalkan, pertama Peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama. Ada orang yang pemahaman agamanya baik tapi pengamalannya kurang sebalknya ada yang pengamalanya bagus tapi pemahamannua dangkal.
“Ini adalah tugas kita untuk meluruskan bahwa pemahaman dan pengamalan itu harus seimbang, demi terwujudnya masyarakat yang taat beragama.  Ini PR bagi penghulu dan penyuluh karena tugas Penghulu bukan hanya menikahkan saja,” pesan Kakanwil kepada penghulu se Sumatera Barat ini.
Kedua, meningkatnya harmoni sosial dan kerukinan umat beragama. Ketiga, memaksimalkan dan meningkatkan kualitas layanan kehidupan beragama. Kempat, meningkatkan kualitas dan pengelolaan potensi ekonomi keagamaan. Ada beberapa potensi keagamaan yang bisa dimanfaatkan diantaranya zakat dan wakaf  yang potensinya ratusan triliun.
Kelima lanjut Kakanwil, peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan indek kepuasan jamaah. Hal itu tidak akan terwujud tanpa kerja keras petugas haji. Namun yang belum maksimal penyelenggaraan umrah.
Keenam, peningkatan akses dan kualitas pendidokan umum berciri khas agama (madrasah) pendidikan agama pada satuan pendidikan umum (PAI) dan pendidikan keagamaan (pondok pesantren).
Ketujuh, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih. Kita sudah meresmikan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) oleh Menteri Agama dan 14 PTSP untuk Kemenag Kabupaten Kota. Kakanwil juga meminta Kepala KUA membuat PTSP dengan berkoordinasi bersama Bidang Urais.  Bagi KUA yang membuat inovasi dalam mendirikan PTSP sendiri Kakanwil akan diberi reward.
 
Top