Penulis : Kamila Khairani

Teroris, radikal, brutal, intoleran
Justifikasi sadis pembunuh karakter
Tersemat bagi pejuang kebangkitan
Atau siapa pun yang berani membela

Pilu, ngilu, bagai ditusuk sembilu
Torehan luka yang semakin mendalam
Sakit namun tak sanggup lagi diungkap
Perih tak tertahankan kian mendera

Penjajahan pemikiran yang terus digencarkan
Pengikisan Aqidah yang terus tergerus
Halus atau pun dirampas dengan paksa
Menanamkan benih racun yang mematikan

Kedzaliman, penindasan masih saja terjadi
Derita Pattani di Thailand yang sudah tak digubris
Tangisan Muslim Rohingya yang tak jua mereda
Kondisi Syuri'ah yang kian memanas

Kebiadaban yang ditanggung Muslim Xianjiang
Semua kasus yang tak pernah surut penyelesaian
Dan masih banyak kaum Muslimin yang meronta
Diputus, seolah masalah ini tidaklah penting

Kemana hendak mengadu??
Sanggupkah polisi dunia amankan ini??
Atau hanya sekedar berikan obat penenang
Kemerdekaan di atas kertas yang tak bermakna

Yang menganggap ini bukanlah masalah
Hingga tiada yang mesti dipermasalahkan
Sementara kecamuk dalam negeri tak usai
Kebodohan struktural kian menggurita

Penguasa tak miliki kemandirian bersikap
Mengumbar janji cari sensasi tanpa realisasi
Menambah kepiluan di sanubari kian berarti
Masa bodoh dengan segelumit masalah yang tercipta

Dan hari ini belati itu menikam kembali
Secara brutal jama'ah di Mesjid diserang
Dihabisi tanpa ampun karena ambisi
Puluhan korban jatuh tak berdaya

Ceceran darah kembali menetesi bumi
Tangan biadab tak bertanggung jawab
Korbankan Kaum Muslimin lagi dan lagi
Teroris sebenarnya pembuat gaduh dan rusuh

Owh, kapankah derita ini kan sirna??
Menjerit, memekik siapakah yang hendak dituntut??
Siapakah yang akan mendengar keluh kepiluan ini??
Adakah yang mampu menjawab tanya ini??

Kami rindu, kami rindu
Kerinduan yang teramat mendalam
Kerinduan yang sudah tak terbendung
Rindu tuk segera datangnya membersamai

Perisai ummat yang dibutuhkan
Tuk membela dan menjaga dengan cinta
Agar kami bisa berlindung di belakangnya
Yang menciptakan rasa tentram dan sejahtera

Dengarlah wahai musuh
Kami sadar dan tak lalai apalah luput
Semakin ditekan kedzaliman dan penindasan
Arus perjuangan kan semakin menguat

Dengarlah wahai yang berpenyakit dalam hatinya
Perjuangan kami tak kan pernah surut
Terus melaju menuju arah kebangkitan
Hingga tak kan ada yang mampu membendung

Dengarlah wahai yang membenci dengan kobaran dendam
Gencarkan lah segala cara yang kan merusak
Dan biarkan pemikiran Islam sebagai filter
Membendung segala bentuk konspirasi

Hingga kejayaan itu mewujud nyata
Hadirnya fajar Khilafah yang Kedua
Janji Allah SWT tuk teguhkan Muslim di bumi
Hadirkan Islam dengan curahan Rahmad

Tekankan, bendunglah semampunya
Lisan Rasul Saw tak pernah keliru bersabda
Bisyarah itu nyata, dekat dan semakin mendekat
Bahkan telah terwujud dalam jiwa para pejuangnya

Hingga tiada lagi yang ditunggu
Melainkan hanya pertolongan Allah SWT saja
Kala tiada lagi pertolongan berbagai arah
Allah SWT tak kan sia-siakan hamba-Nya

Maha Mendengar, tak pernah tidur
Maha Baik pada setiap insan yang beriman
Tepislah segala bentuk keputus asaan
Hadirkan pikiran positif sangkaan baik

Dengan segenap usaha dan do'a yang dilangitkan
Memadukan Management langit dan bumi
Yakin Allah SWT senantiasa membersamai
Hingga hadirnya kemuliaan yang dijanjikan

Ingatlah selalu kaidahnya
Semakin ditekan dan terus ditekan
Arus perjuangan kian tak terbendung
Hingga membuahkan kemenangan yang dijanjikan

#PenaJuangIslam
#AlumniBFW_212
#PenggerakOpiniIslam
#PendidikGenerasiGemilang
#MemberAkademiMenulisKreatif
 
Top