Tanah Datar, nusantaranews.net,-    Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat yang diapit oleh 9 kabupaten/kota mengelilinginya dan memiliki beberapa lokasi objek wisata. Sehingga daerah ini menjadi salah satu tujuan bagi wisatawan, baik pengunjung lokal ataupun luar daerah, bahkan pengunjung dari mancanegara.

Namun sangat disayangkan sekali, salah satu objek wisata yang dibangun dengan menggunakan anggaran dari pemerintah, berlokasi sekitar ± 2 KM di jalan raya Batusangkar-Bukittinggi ini, tepatnya di Jorong Koto Alam Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpaung, diduga tidak dikelola dengan baik.

Akibatnya bangunan dan fasilitas yang sudah dibangun sejak tiga tahun yang lalu ini, sering dijadikan tempat berduaan bagi muda-mudi. Bahkan anak sekolah yang masih berpakaian sekolah, juga sering terlihat oleh warga mereka sedang asyik berduaan pada jam sekolah.

Selain kumuh, dinding bangunan dipenuhi dengan coretan-coretan kata-kata jorok yang dibuat para muda-mudi. Mereka terlihat bebas berbuat semaunyakarena tidak ada pengawasan dilokasi tersebut oleh perangkat desa atau Pol PP.

Hal ini disampaikan Anto (40) salah satu warga setempat, ia pernah beberapa kali mendapati anak sekolah sedang bermesraan disini, ucapnya saat dijumpai nusantaranews.net disekitar lokasi objek wisata baru ini Minggu (17/3)

Anto berharap kepada pemerintah agar benar-benar serius dalam mengelola  objek wisata Panorama Puncak Batu Badindiang ini. Apalagi dana yang kabarnya mencapai ratusan juta digunakan bagi pembangunan dan pengembangan objek wisata ini tidak dimanfaatkan dan tidak dijaga dengan baik, jelasnya.

Senada dengan Datuak Majo Indo yang dijumpai nusantaranews.net  hari yang sama juga berharap kepada pihak Nagari Tabek Patah dan Pemerintah Daerah Tanah Datar agar  benar-benar serius dalam melaksanakan pengembangan objek wisata ini dan dapat segera menyelesaikan persoalan-persoalan menyangkut pengurusan objek wisata tersebut.

Apabila semua masalah yang ada bisa diatasi maka pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar juga terangkat dengan baik. Sangat disayangkan sekali jika objek wisata  ini tidak digarap dengan baik dan benar, padahal ini dapat menopang dan mengangkat ekonomi masyarakat juga pemasukan untuk Nagari juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hingga berita ini diturunkan, awak media nusantaranews belum berhasil mengkonfirmasi hal ini kepada pihak Nagari dan Pemerintah Daerah yang membidangi hal ini.*simon*
 
Top