Sahabat...
Tiada maksud pergi tanpa berbagi
Hanya saja ku ingin simpan duka ku dari mu
Biarlah aku saja yang rasakan nestapa ini
Meski ku tak kan mampu membendung rindu pada mu

Sahabat...
Sulit bagi ku tuk pergi tinggalkan mu
Merenggut kebersamaan diantara kita
Menjauh meninggalkan segala yang ada
Menorehkan kenangan yang tak mungkin ku lupakan
Meninggalkan jejak yang belum semestinya

Sahabat...
Sulit bagi ku tuk sampai pada posisi ini
Meninggalkan mu tanpa pamit meski sepatah kata
Meninggalkan mu tanpa ucapan perpisahan
Meninggalkan mu dengan segudang tanya
Sebab karna ku tak mau kita berpisah
Namun mungkin inilah jalan yang terbaik
Yang harus ku tempuhi saat ini kawan
Sungguh tak ada maksud pergi begitu saja

Sahabat...
Terima kasih atas ukhuwah yang telah terjalin
Terima kasih atas setiap motivasi dan inspirasi
Terima kasih telah membersemai dalam perjuangan
Terima kasih untuk manis dan berharganya persahabatan kita

Sungguh tak ada maksud menyakiti
Apatah lagi meninggalkan begitu saja
Karna kepergian ku bukan lah tanpa sebab
Namun ada sesuatu yang mengharuskan untuk beranjak

Meninggalkan semua yang disenangi
Yang semuanya sudah harmonis tercipta
Meninggalkan mu dengan beribu harapan
Menyampaikan perjuangan ini ke ujung kemenangan
Mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah kita langitkan bersama

Sahabat ku...
Maafkanlah untuk torehan kecewa yang mendalam
Maafkan untuk air mata yang mengalir tak terbendung
Maafkan untuk lara yang kian perih terasa

Jangan risau kan gelapnya malam yang mencekam
Karna di atas sana masih ada bintang gemintang
Yang menemani menerangi kegundahan jiwa yang menerpa

Sahabat ku..
Meski dimana pun berada..
Kita tetaplah sahabat selamanya..
Sampai kapan pun akan tetap begitu..
Meski jarak memisahkan sekalipun...
Namun sejatinya hati kita tak pernah jauh..

Sebab ikatan ini terjalin begitu kuat..
Tak kan mudah simpulnya terurai kembali..
Karena buhul yang kita pilih sesuatu yang benar
Aqidah sebagai pembersatu selamanya kan terjalin

Sahabatku...
Maafkan bila tak lagi membersamai..
Dalam setiap derap langkah yang kau lewati..
Membantu meringankan beratnya beban di pundak mu..
Maafkan bila tak lagi mampu tuk menjadi penawar..
Atas dalamnya goresan luka yang membekas di hati. .
Maafkan atas gejolak yang tak mampu dipadamkan..
Maafkan, meski ucapan maaf saja tidaklah cukup..

Sahabat ku...
Tak banyak yang bisa ku berikan..
Hanya mampu menghadirkan mu dalam setiap untaian do'a..
Meski do'a tanpa usaha tidaklah imbang..
Namun keyakinan janji Tuhan sebagai penguat..
Berharap kebaikan menimpa mu meski dimana berada..
Moga kekokohan iman penopang untuk tetap tegar..
Jalani segalanya meski tanpa ku di sisi mu..

Sahabat..
Ku tahu ini berat..
Ku tahu ini sulit..
Ini tidaklah mudah..
Maafkan aku yang menjauh..
Pergi di saat yang tak tepat..
Meninggalkan mu dengan segudang harap..
Di saat kau butuh penguatan hati yang rapuh..
Butuh teman untuk berbagi kisah..
Mencurahkan segala gundah gulana..
Yang menyesak ingin tertumpah kan..

Sahabat..
Satu hal yang mesti kau yakini..
Satu pesan ku sebagai penguat..
Bahwa berlian tetaplah berlian..
Yang senantiasa memancarkan sinarnya..
Meski di kedalaman lumpur sekalipun..

Sahabat...
Dan kau pun begitu..
Kau lah salah satu diantaranya..
Kemurnian jiwa dan kepribadian..
Yang akan senantiasa memancarkan pijarnya...
Pijar kebaikan yang memberi manfaat bagi sesama..

Sahabat..
Kau lah berlian yang berpijar itu..
Yang akan mampu jalani segalanya..
Janganlah goyah pada pendirian mu..
Aku yang telah memahami karakter mu . .
Tak kan mudah bagi mu untuk melemah..
Meski tanpa ku di sisi mu duhai sahabat..

Sahabat..
Demi perjuangan mu..
Tetaplah miliki iman Sekokoh karang..
Tetaplah menjadi kuntum yang menebarkan keharuman..
Tetaplah menjadi kuat pada kaki sendiri..
Kau kan bisa raih sukses mu duhai sahabat..
Meski tanpa diri ku di sisi mu membersamai..
Maafkan memilih untuk tidak bersama lagi..

*By : Kamila Khairani*
#PenaJuangIslam
#AlumniBFW_212
#PenggerakOpiniIslam
#MemberAkademiMenulisKreatif
 
Top