Penulis : Sumiati  
(Praktisi Pendidikan dan Member AMK )

Untuk seorang anak kecil dipuji itu menyenangkan, kadang suka bertingkah lebih mengemaskan. Sehingga pujian terus terlontar padanya, namun jika orang dewasa senangnya dipuji patut dipertanyakan, seberapa pentingkah pujian tersebut, hingga terkadang pujian tak kunjung datang bisa membuatnya marah tak karuan. Orang yang senang dipuji biasanya menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan pujian, yang terpenting hatinya puas dengan pujian tak peduli dampaknya kedepan akan bagaimana. Adakalanya mengakui suatu perbuatan baik yang dikerjakan oleh orang lain, tapi dia akui sebagai perbuatannya, hanya sekedar untuk mendapatkan pujian.

Jika ini terjadi, menunjukan bahwa orang tersebut tidaklah Lillaah dalam berbuat, bahkan mewarisi karakter ahli kitab. Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi SAW pernah menanyakan sesuatu kepada ahlul kitab, dan mereka menyembunyikannya serta memberitahukan yang lain kepadanya. Setelah itu mereka keluar dengan perasaan bahwa mereka telah memperlihatkan kepada beliau bahwa mereka telah menceritakan kepada beliau apa yang beliau tanyakan kepada mereka. Mereka ingin dipuji dengan perbuatan serta merasa gembira karena perbuatan mereka menurutnya berhasil mengelabuinya dengan memberikan jawaban lain dan menyembunyikan jawaban sebenarnya kepada Nabi Muhammad S.A.W.

Allaah SWT berfirman:

لَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَآ أَتَوا۟ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُوا۟ بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا۟ فَلَا تَحْسَبَنَّهُم بِمَفَازَةٍ مِّنَ ٱلْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿١٨٨﴾

"Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih."

(Q.S.3:188)

Allah SWT telah menegaskan kepada kita semua sikap ingin dipuji akan menjerumuskan pelakunya sendiri. Begitupun dengan sabda Nabi Muhammad SAW:
Barangsiapa yang mengucapkan suatu pengakuan secara dusta dengan tujuan ingin dipuji karenanya,  maka Allah SWT tidak akan menambahkan kepadanya melainkan kekurangan. 
Sudah semestinya sebagai seorang muslim muslimah menjauhi sikap demikian agar hidup tenang dan tentram.
Wallaahu a'lam bishawab.
 
Top