Penulis : Rini Yuningsih

Ormas Islam adalah organisasi yang menyuarakan dan memperjuangkan ide serta ajaran Islam. Ajaran Islam secara kaaffah tanpa memilih dan memilah. Bersumber kepada al Qur'anul Karim dan as Sunnah Rasulullah SAW. Islam tidak hanya dibatasi pada aspek amal spiritualitalis dan moralitas semata seperti ibadah mahdhah dan akhlak seseorang saja. Tapi harus secara keseluruhan dari individu, masyarakat dan bernegara berupaya menerapkan sistem hukum syariat Islam. 

Berulang kali ormas Islam yang istiqomah berdakwah  dipersekusi, mulai dari difitnah saat pembakaran bendera tauhid di Garut Jawa Barat, dilarang saat melakukan aksi-aksi yang bertujuan menyadarkan serta menyatukan umat seperti aksi 212 di Jakarta, dicabut izinnya dengan menuduh ajaran Islam tentang Khilafah akan mencerai beraikan keutuhan NKRI, hingga mengkriminalisasi dan memenjarakan aktivisnya. Terjadinya fitnah terhadap ormas Islam terjadi sejak ideologi kufur menguasai negeri kaum Muslim. Kaum Muslim di buat tidak nyaman di negerinya sendiri, bahkan dibelahan bumi lain Muslim ditindas, dianiaya, diperangi dan dibunuh (Palestina, Rohingya, Uighur, India, dll) diperparah dengan runtuh Khilafah Islamiyah/Daulah Utsmani di Turki tanggal 3 Maret 1924 (95 tahun yang lalu) umat Islam sedunia kehilangan perisai dan arah hidupnya. 

Padahal dengan adanya Khilafah kesejahteraan, keamanan umat Islam dan yang lainnya akan terjamin sebagaimana telah di contoh Rasulullah dan para Khalifah yang pernah berkuasa mengatasi umat dengan peradaban yang gemilang. Bahkan sejarawan terkemuka dunia Will Duran mengakui hal ini:"Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Khalifah telah mempersiapkan berbagai kesempatan bagi siapapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka" (Will Durant-The Story of Civilization).

Fitnah-fitnah kepada pengemban dakwah terjadi saat ini di Indonesia khususnya. Rezim merasa terancam dan ketakutan dengan ormas Islam yang menyuarakan Ideologi Islam secara kaaffah. Ideologi Islam akan menghancurkan ideologi barat yang penuh hawa nafsu sampai ke akar-akarnya, dan yang paling terganggu tentu saja adalah barat beserta antek-anteknya yang tidak menghendaki perbaikan ke arah Islam. Tapi para pengemban dakwah tidak akan bergeming ataupun berhenti menyuarakan kebenaran-kebenaran ajaran syariah Islam. Karena ini adalah kewajiban setiap Muslim untuk menolong agama Allah. "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (TQS. Muhammad 47:7)

Menghadapi fitnah-fitnah ini para pengemban dakwah harus terus senantiasa bersabar dan lebih mendekatkan diri dengan ketaatan kepada Allah SWT. Allah berfirman, yang artinya: " Dan orang yang sabar karena mengharap keridhoan Tuhannya, melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)." (TQS Ar Ra'd 13:22). Terus berjuang dan pantang menyerah menyuarakan syariat Islam secara kaaffah. 

Ujian demi ujian, fitnah-fitnah adalah bagian dari rintangan pengemban dakwah, rintangan ini harus membuat semakin kuat dan kokoh. Setiap perjuangan ada resikonya, Rasulullah SAW pun mengalami yang lebih parah dari ini. Bukankah kita merindukan saat kita kelak di kumpulkan bersama Rasulullah SAW, para sahabat dan para pengemban dakwah lainnya?. Berjuanglah di jalan Allah. Istiqomah selalu untuk memperjuangkan dakwah Islam hingga peradaban Islam itu kembali tegak dibawah naungan Khilafah ala Minhaj an Nubuwwah.
Wallahu a'lam bi ash showwab
 
Top