N3, Mentawai - Ketua Majelis Pembimbing Cabang dan Pengurus Kwarti Cabang (Ka. Kwarcab) Mentawai Yudas Sabaggalet periode 2018-2023, resmi di lantik Ketua Kwartil Daerah (Ka. Kwarda) atau Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten kepulauan Mentawai.

Nasrul Abit mengatakan pelantikan tersebut merupakan proses administrasi kepengurusan baru setelah masa periode kepengurusan lama berakhir, meskipun sempat tertunda kata Nasrul tidak dijadikan sebagai penghambat semangat gerakan pramuka, dimana selama dilantik kegiatan gerakan pramuka terus dilakukan di Kepulauan Mentawai.

Selanjutnya Ka. Mabicab melantik Ketua dan seluruh Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) 15 Kepulauan Mentawai untuk masa periode 2018—2023. Ada 43 orang pengurus Kwarcab yang dilantik sesuai dengan SK.

"Sebelum saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus gerakan pramuka di Kwarcab Mentawai, meskipun terlambat pelantikannya, karena beberapa faktor hambatan, namun kita tetap semangat mengejar ketertinggalan," Katanya kepada Wartawan. Senin, (14/1) di Aula Sekretariat Daerah kabupaten kepulauan Mentawai.

Nasrul menyebutkan organisasi Pramuka merupakan wadah bagi generasi mudah untuk memupuk mental dan membentuk karakter yang kuat, terlebih saat ini perkembangan teknologi di zaman sekarang ini bisa memengaruhi generasi muda bangsa.

"Sekarang ini kemajuan teknologi informasi tengah gencar-gencarnya masuk kenegara kita, kalau kita tidak kuat dengan karakter budaya kita, generasi bangsa kita akan habis dikikis dengan kemajuan teknologi ini," tambahnya.

Sementara itu ia mengatakan organisasi Pramuka merupakan satu dari empat organisasi yang terus menerus dana pembinaan nya dianggarkan oleh pemerintah daerah diantaranya KNPI, Pramuka, PKK dan Koni.

"Berdasar undang-undang nomor 12 Tahun 2010, bahwasanya ada empat organisasi yang dibantu secara terus menerus, yaitu Pramuka, KNPI, PKK dan KONI yang lainnya belum," tuturnya.

Ia meminta generasi Mentawai harus merasa bangga dengan Daerahnya, guna meningkatkan kecintaan dan semangat untuk membangun, selama ini masih terindikasi bahwa masih ada putra-putri Mentawai setelah menyelesaikan perguruan tinggi justru bekerja di luar Mentawai. Jaibi
 
Top