N3, Padang - Tahun 2018, merupakan tahun keberuntungan bagi salah seorang oknum  berinisial "K" Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR,) Kota Padang. Pasalnya, kuat dugaan jabatan PPTK yang diembannya, menghasilkan keuntungan ganda.

Sebab selaku seorang PPTK untuk pekerjaan trotoar,  oknum berinisial "K" ini juga merangkap menjadi suplayer paving block material utama pekerjaan trotoar, sehingga Ia bisa mempergunakan jabatannya menekan rekanan untuk meraup dana APBD Kota Padang melalui pekerjaan trotoar yang berada ditengah perkotaan.

Ini dikatakan Darwin Direktur LSM ACIA, dihadapan wartawan beberapa waktu lalu dikediamannya. 

Menurut Darwin, puluhan miliyar anggaran Pemko Padang tersedot untuk pekerjaan trotoar, seperi troroar Jalan Wuruk, Bundo Kandung dan Gereja bernilai Rp2 miliyar lebih.

Trotoar kawasan GOR benilai Rp2 miliyar lebih, trotoar Jalan Pattimura Rp1 miliyar lebih, trotoar jalan Veteran Rp1 miliyar lebih, trotoar Banda Olo Rp900 juta, trotoar Ujung Gurun Rp2 miliyar lebih, trotoar Jalan.Agus Salim Rp600 juta.

Trotoar jalan Belakang Olo Rp1,5 miliyar, trotoar jalan Hiligoo Rp800 juta dan beberapa lokasi lainnya.
Salah satu contoh Paving Blok yang ada
di Jln Ujung Gurun

"Material utama pada pekerjaan trotoar disamping kastin juga paving block. Berapa ton kebutuhan paving block untuk pekerjaan trotoar dibeberapa ruas jalan Kota Padang dan sebagian besar disuplay "K"," kata Darwin.

Sebagai PPTK, Ia bisa menekan rekanan untuk membeli paving block kepadanya. Bahkan, oknum PPTK tersebut berani menghutangkan paving block dan dibayar setelah pekerjaan proyek selesai." Darwin menduga "K" betul betul memanfaatkan jabatannya untuk mensuplay paving block, termasuk juga mendapat fee dari jabatannya sebagai PPTK dari rekanan," imbuh Darwin.

Darwin bicara, bukan tanpa alasan, pengakuan beberapa rekanan, mereka mengambil paving block dari oknum tersebut. Soalnya, paving block bisa dihutang dan dibayar saat pencairan selesai pekerjaan proyek." Meski, tak keseluruhan paving block disuplay dari oknum PPTK, tapi Ia isa meringankan beban pekerjaan, sebab bisa dihutang," kata Darwin menirukan, ucapan rekanan.

Untuk memperkuat keterangan Darwin, tim mencoba melakukan konfirmasi kepada "J" salah seorang rekanan pekerjaan trotoar di jln Hawam Wuruk Kota Padang.

Menurut keterangan "J" untuk pekerjaan trotoar yang dilaksanakannya, Ia telah mengambil paving blok kepada yang bersangkutan sebayak 2000 buah. Dan Ia merasa kualitas Paving blok yang dibelinya telah memenuhi persyaratan teknis.

Namun terkait, adanya perbedaan dukungan pabrik saat lelang proyek, dengan bahan yang dipasok dari suplayer, "J" pun enggan berlomentar banyak.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa "J" harus mengambil Paving blok nya dari oknum PPTK dimaksud. Padahal, dan benarkah dukungan pabrik yang diajukan "J" saat lelang dilakukan, bukanlah dukungan bahan meterial dari Suplayer oknum PPTK tersebut.

Hingga berita ini tayang, tim masih terus berupaya melakukan konfirmasi terhadap oknum PPTK PU Kota Padang dimaksud. NL/NV/UW
 
Top