SIMPANG AMPEK - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengharapkan di momen Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman Barat ke-15 pada tahun 2019 ini bisa terlepas dari status daerah tertinggal.

"Sama-sama kita lihat pembangunan mulai mengeliat di Pasaman Barat dan dianggap mampu membangun daerah dimulai dari pendidikan, kebudayaan serta ekonomi," ujarnya saat menghadiri sidang paripurna HUT Pasaman Barat ke-15 di Gedung DPRD setempat, Senin (6/1).

Ia berharap pada momentum hari ulang tahun ini, Pasaman Barat memperoleh kado berupa terlepas dari status daerah tertinggal.

"Selamat hari ulang tahun untuk Pasaman Barat semoga maju dan terus berkarya untuk kesejahteraan masyarakat," harapnya.

Sidang Paripurna DPRD tersebut dimulai pada pukul 10.00 WIB oleh Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K.

Tokoh-tokoh yang ikut berjuang untuk Pasaman Barat,  hadir pada hari bahagia ini antara lain Baharuddin R, Benny Utama, Zamri, Sudirman Samin, Emma Yohanna, Rusdi Lubis dan tokoh lainnya.

Ketua DPRD Pasaman Barat membacakan kisah perjalanan Kabupaten Pasaman Barat menuju Kabupaten yang mandiri merupakan  pemekaran dari Kabupaten Pasaman.

Sejak periode kepemimpinan Syahiran-Yulianto dengan dukungan DPRD Kabupaten Pasaman Barat dan peran serta semua elemen masyarakat, maka kehidupan sosial ekonomi masyarakat mengalami kemajuan di berbagai prestasi monumental telah di ukir oleh Pasaman Barat.

Menurutnya berbagai program digagas dan diimplementasikan yang merupakan program pro rakyat yang betul-betul menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat luas.

"Contohnya pengalokasian dana 10 persen dari DAU APBD untuk nagari, 20 persen untuk pendidikan, 10 persen untuk kesehatan , infrastruktur, ekonomi kerakyatan, sesuai dengan amanat undang-undang," ujarnya.

Darliyus K menyebutkan dalam waktu singkat pemerintah yang genap berusia 15 tahun ini telah berulang kali dapat menorehkan prestasi fenomenal. Tidak hanya di tingkat provinsi Sumbar tetapi sampai pada level nasional.

"Apresiasi juga kita sampaikan ketika Pasaman Barat mendapatkan laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2016 dan 2017 dan kita berharap pada tahun 2018 juga begitu," harapnya.

Ketua DPRD menyebutkan DPRD bersama Pemkab telah menerbitkan produk hukum sejak tahun 2010 sudah menghasilkan sebanyak 12 peraturan daerah.

Tahun 2011 sebanyak 25 perda, tahun 2012 sebanyak 18 perda, tahun 2013 sebanyak 11 perda, tahun 2014 sebanyak 24 perda, tahun 2015 sebanyak 25 perda, tahun 2016 sebanyak 22 perda, tahun 2017 sebanyak 15 perda dan tahun 2018 sebanyak 34 perda.

Sementara itu, Bupati Pasaman Barat, Syahiran mengucapkan rasa syukur dan terima kepada seluruh elemen yang telah ikut serta mendukung kegiatan Pasaman Barat Expo di HUT yang ke 15 ini.

Syahiran menegaskan banyak pihak yang telah berjuang demi kemajuan Pasaman Barat hingga saat ini.

"Sejarah perjalanan panjang Kabupaten Pasaman Barat hingga menginjak usia 15 tahun ini tidak lepas dari pengorbanan semua elemen. Namun, perjuangan kita tidak sampai di situ, ke depan kita harus berjuang bersama-sama untuk membangun Pasamab Barat yang lebih baik," harapnya.
 
Top