PADANG - Indeks inovasi daerah meningkat disetiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat tahun 2019 ini, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam rapat evaluasi penilaian indeks inovasi daerah tahun 2018, Jumat (18/1/2019) di aula kantor Gubernur Sumbar.

Lebih lanjut Gubernur Sumbar memberikan arahan kepada seluruh SKPD, agar terus meningkatkan inovasi-inovasi daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam efisiensi kerja di pemerintahan.

“Kita dituntut harus memiliki inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam meningkatkan kinerja. Saya berharap setiap SKPD dapat bekerja optimal se-efisien mungkin dan se- efektif sehingga bisa menghasilkan output dan outcome untuk mewujudkan masyarakat sejahtera,” kata gubernur.

Irwan mengatakan, peningkatkan inovasi tersebut, perlu dilakukan guna meningkatan pelayanan publik, pemberdayaan peran serta masyarakat dan daya saing daerah, yang saat ini ada tujuh layanan pemerintah.

“Dulu pelayanan publik baru bisa disetujui setelah menunggu waktu berbulan-bulan. Tetapi sekarang sudah bisa diselesaikan dalam sehari. Hal itu dikarenakan dulu urusan yang berbelit-belit. Namun berkat inovasi semuanya bisa dipersingkat, inovasi seperti ini yang harus kita perbanyak, bukan hanya 7 tapi kalau bisa 10 setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Sumbar,” ujarnya.

Sementara itu gubernur sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena Sumbar berhasil mendapatkan peringkat ke-3 sebagai pemerintah daerah provinsi terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2018 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tersebut, dengan urutan pertama Pemprov Jawa Barat dan kedua Pemprov Jawa Timur.

Selain itu gubernur juga mendesak, supaya setiap OPD dapat melakukan inovasi, karena dengan berinovasi dapat meningkatkan daya saing daerah untuk kemajuan daerah kedepannya.

Sebelumnya Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumbar Dr. Ir. Reti Wafda, MTP telah menyampaikan, bahwa penghargaan yang diterimanya ini, tidak terlepas dari kinerja Irwan Prayitno sebagai Gubernur Sumbar dan jajarannya dalam menciptakan penemuan baru bagi masyarakat di setiap program seperti layanan pendidikan, kesehatan, perizinan, ketenagakerjaan, komoditi dan aspirasi masyarakat.

“Pada saat ini Pemprov Sumbar telah menghimpun inovasi dari setiap OPD sekitar 612 inovasi. Namun, dari 612 inovasi, baru diterbitkan 254 inovasi yang sudah jalan dan tengah diajukan persetujuan Kemendagri,” ulas Reti Wafda.

“Dari 254 inovasi yang sudah ada dan tengah diusulkan masuk ke dalam pembahasan Kemendagri ada 65 inovasi di pembaruan yang sudah jelas program kegiatan,” jawabnya.

Reti juga menyampaikan, inovasi merupakan upaya daya saing saat ini sehingga menjadi salah satu parameter dalam konsep daerah yang berkelanjutan. Tingkat daya saing suatu daerah juga menjadi salah satu ukuran kesejahteraan.

Dalam rapat evaluasi penilaian indeks inovasi ini dihadiri oleh seluruh OPD Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat beserta jajarannya. Tujuannya agar dapat menjadi motivasi dan bisa berinovasi di institusinya masing-masing.
 
Top