N3,Sarolangun ~ Mendengar kata Inklusi, yang terbayang di benak kita adalah bersatunya anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) bersama anak reguler dalam kelas di sebuah sekolah umum. Pandangan ini tentu tidak salah dan inilah definisi umum yang masyarakat yakini.

Pada satu sisi,inklusi dianggap sebagai solusi satu-satunya untuk memberikan kontribusi positif baik itu untuk ABK maupun anak reguler lainnya. Di sisi lain, pesatnya perkembangan pada dunia pendidikan saat ini memberikan tantangan tersendiri bagi semua pihak yang akan menyelenggarakan pendidikan inklusi.

Taman Kanak-kanak, sebagai salah satu lembaga pendidikan yang diakui eksistensinya sebagai lembaga pendidikan formal paling dasar di Indonesia juga tak luput dari sasaran penyelenggaraan inklusi. Hampir di setiap daerah di Indonesia ada saja TK yang memproklamirkan diri sebagai TK inklusi.

Tak terkecuali,seperti PAUD Alam Terpadu Tiara di Kelurahan Aur Gading,Kecamatan Sarolangun,Kabupaten Sarolangun. Yang mana merupakan satu-satunya PAUD se Kabupaten Sarolangun yang menyelenggarakan pendidikan inklusi.

PAUD yang berdiri pada tahun 2010 ini mulai menyelenggarakan pendidikan Inklusi pada tahun 2014,yang mana menurut Kepala PAUD Alam Terpadu Tiara,Khairunnia,S.Pd menyebutkan,jika PAUD yang dipimpinnya menyelenggarakan Inklusi karena banyaknya desak dari masyarakat yang menginginkan anaknya bersekolah di tempatnya.

"Awalnya kami tidak sanggup,tapi dengan berjalannya waktu akhirnya hal itu berjalan dengan sendiri,"ujar Khairunnia.

Lebih lanjut ia menjelaskan,PAUD Inklusi berbeda dengan PAUD lainnya,karena dalam penyelenggaraan pendidikan bukan hanya mengajar anak reguler saja,akan tetapi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga diajar.

"Saat ini,dari 50 anak yang bersekolah ditempat kami,ada 5 anak yang bisa kami sebut anak ABK. Dimana dari 5 anak tersebut, 2 anak dikategorikan ABK hiper aktif, 2 anak Autis dan 1 anak keterlambatan bicara,"sebutnya.

Sedangkan untuk memberi pengajaran pada anak ABK,para guru PAUD tersebut selalu memberikan fasilitas pengajaran yang cukup maksimal serta melayani dan memberi terapi khusus sesuai pengetahuan guru.

Tambah Khairunnia,jika harapannya dengan banyaknya orangtua yang mempercayakan anaknya bersekolah ditempatnya dan bergabungnya orang-orang yang peduli pendidikan,kedepan PAUD Alam Terpadu Tiara akan lebih maju lagi,hal ini sesuai dengan visi dan Misi dari PAUD Alam Terpadu Tiara Sarolangun.

Yang mana visinya adalah ''Terwujudnya anak usia dini yang cerdas,ceria dan berkhalak mulia serta memiliki kesiapan baik fisik maupun mental dalam memasuki pendidikan lebih lanjut''.

Sedangkan misinya adalah, 
1. Memperluas pemerataan layanan PAUD melalui penyelenggaraan PAUD yang mudah,murah dan bermutu.
2. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan layanan PAUD.
3. Memberikan layanan prima (efektif,efisien dan transparan) kepada masyarakat di bidang PAUD.

"Dengan banyaknya yang bergabung dan dukungan dari orang-orang yang peduli pendidikan untuk kesuksesan pendidikan khususnya pendidikan inklusi,kedepannya anak-anak ABK bisa sama sejajar dengan anak lainnya,"harap Khairunnia.  (SRF)
 
Top