N3,Sarolangun ~ Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan upaya untuk mengendalikan sampah plastik yang sampai saat ini masih terus menjadi persoalan lingkungan. Pengendalian sampah plastik tersebut, saat ini harus menjadi komitmen dari semua pihak untuk mengatasinya.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Sarolangun H.Hillalatil Badri saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan,Siti Nurbaya pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia,Kamis (20/12/2018) yang berlangsung di halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup Sarolangun.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2018 ini mengambil tema “Kendalikan Sampah Plastik”. Hal ini harus bisa menjadi motivasi kerja semua pihak dengan sekuat tenaga untuk atasi sampah, juga kerja yang sistematis dalam mengurangi sampah, mengelolah sampah, dan melakukan pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui daur ulang, atau dikenal dengan istilah 3R(Reduce, Reuse, dan Recycle).

H.Hillalatil Badri menambahkan, dalam pengelolaan sampah plastik berkelanjutan, terdapat beberapa prinsip utama yang harus diterapkan, yaitu melaksanakan re-design kemasan dengan cara mengurangi kemasan atau wadah sekali pakai dan meningkatkan agar dapat didaur ulang. Kemudian mengurangi timbunan sampah plastik sejak dari sumbernya, yaitu dengan cara menghindari dan membatasi penggunaan kemasan, bungkus, dan kantong belanja plastik sekali pakai.

"Selanjutnya masyarakat harus bisa memanfaatkan kembali kemasan atau kontainer plastik untuk fungsi yang sama, atau fungsi yang lain, dan mendaur ulang kemasan dan wadah plastik yang memang di design dapat didaur ulang,"kata Wabup.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarolangun Deshendri mengatakan, untuk mengendalikan sampah plastik di Kabupaten Sarolangun telah terbit Peraturan Daerah tentang pengelolaan Sampah Rumah Tangga (SRT) dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (SSSRT).Selain perda,Bupati juga mrngeluarkan Perbup terkait pengelolaan Sampah Rumah Tangga (SRT) dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (SSSRT).

Deshendri menambahkan,jika jumlah sampah perhari pada tahun 2016 sebesar 47.91 Meter kubik sedangkan di tahun 2017sebesar 42.61 Meter kubik.Berarti terjadi penurunan sebesar 11 persen perhari.Selain sampah,kondisi air badan air juga menjadi perhatian kita.

"Kita patut apresiasi atas peran serta masyarakat dalam pengelolahan sampah 3R dalam menjaga lingkungan karena dengan semua itu akan memenuhi perubahan,"ujarnya.

"Selain sampah,kondisi ari badan air juga menjadi perhatian.Dimana saat ini kita pantau sebanyak 6 titik.Yang mana semua tergolong kronis. Intinya pengendalian sampah plastik ini benar-benar menjadi komitmen bersama sehingga sampah plastik di Kabupaten Sarolangun bisa ditanggulangi," pungkasnya (SRF)

 
Top