N3,Sarolangun ~ Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Alam Terpadu Tiara menggelar kegiatan Parenting di sekolah tersebut, RT 06 Kelurahan Aur Gading,Kecamatan Sarolangun,Minggu (2/12/2018).

Hadir dalam acara Parenting tersebut,Kasi Bina PAUD Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Sarolangun Novi Susanti,SH, Kepala PAUD Alam Terpadu Tiara Khairunnia,S.Pd,Ketua Komite Solahudin dan Nara sumber Yuli Mariati,SE yang merupakan Ketua Yayasan SLB Harapan Mulia Jambi serta seluruh wali murid.

Kepala PAUD Alam Terpadu Tiara, Khairunnia,S.Pd dalam laporannya menyebutkan, kegiatan parenting yang dilaksanakan kali ini merupakan kegiatan tahun ketiga.Dimana ditahun 2018 ini memilih tema “ (ABK) Anak Berkebutuhan Khusus".

"Mengambil tema ini,karena PAUD ini merupakan satu-satunya lembaga terpadu inklusi di Kabupaten Sarolangun. Dimana tujuan dari acara ini adalah sebagai wahana untuk menambah wawasan kita terkait ABK,"ucap Khairunnia,S.Pd.

Ketua Komite PAUD Alam Terpadu Tiara Solahudin dalam sambutannya mengucapakan terima kasih kepada bapak ibu wali murid atas kehadirannya dalam acara Parenting ini dan mengajak seluruh wali murid untuk mendengar arahan dari nara sumber.

Kasi Bina PAUD Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun,Novi Susanti,SH yang membuka acara tersebut menyebutkan,Kegiatan Parenting ini merupakan keterampilan orangtua dalam mengasuh anak mulai dari kelahiran hingga mencapai kedewasaan secara personal. Jadi parenting itu dimulai sejak anak baru dilahirkan, dan selesai pada saat anak sudah memenuhi kriteria untuk disebut sebagai pribadi yang dewasa.

"Peran kita selaku otangtua jangan pernah membeda-bedakan anak. Semua anak berhak mendapat pendidikan serta dalam mendidik anak jangan kita menggunakan kekerasan,"kata Novi Susanti,SH.

Narasumber Yuli Mariati,SE dalam arahannya mengatakan,Parenting ini merupakan satu kegiatan dari kementerian.Dimana kegiatan ini sangat penting bagaiman pola asuhan orangtua dalam mendidik anak adalah perwujudan rasa tanggung jawab yang diaktualisasikan pada penataan lingkungan sosial, lingkungan budaya, psikologis serta perilaku yang ditampilkan pada saat terjadi pertemuan dengan anak-anak.

"Semua anak didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan serta bakat istimewa, hendaknya mengikuti pendidikan secara bersama-sama dengan rekan-rekannya,"ujarnya.

Dikatakannya,pendidikan Inklusi pada PAUD sangat penting sebab anak merupakan salah satu aset bangsa di masa depan. Semua harus mengenyam pendidikan tanpa terkecuali baik itu anak normal atau anak berkebetuhan kusus, baik itu anak laki-laki ataupun anak perempuan, baik itu anak orang kaya ataupun anak orang miskin. Mereka semua mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Untuk menunjang hal tersebut,ditambahkan Yuli Mariati,SE diperlukan anak-anak yang tidak hanya memiliki intelektualitas yang tinggi dan berkarakter, tapi juga memiliki kreativitas yang tinggi.

"Saya berharap baik wali murid, tenaga pendidik dan pengasuh yang ada di PAUD Alam Terpadu Tiara tidak mendiskriminasikan anak. Sebab semua mereka mempunyai kemampuan untuk mengikuti pelajaran tanpa melihat kelainan dan kecacatannya. Bahkan hal itu harus jadi perekat dan penguat dalam meningkatkan mutu pembelajaran bagi semua anak,"harapnya. (SRF)

x
 
Top