94 tahun lamanya terombang ambing..
Menyasar buasnya samudera tak bertepi..
Dihantam badai komunis hampir tak bergeming..
Hingga terjebak gurita kapitalis yang membelenggu..

Biduk ini telah teramat rapuh..
Tak sanggup menanggung siksanya laut..
Tak kuat menahan dinginnya angin malam..
Sementara daratan belum jua membayang..

Akankah sanggup ia hantarkan pesisir hingga tujuan??
Masihkah nahkoda bisa jalankan kemudi??
Jika sudah lelah mengapa tak berhenti??
Tidakkah berfikir untuk berbalik arah??

Cukup sudah menanggung derita ini..
Terkatung katung dilautan nestapa..
Menyusuri arus yang tak tau ujungnya..
Dan yang ditemui hanyalah muara derita..

Ohh..
Apalah arti pelayaran ini tanpa jaminan bahagia..

Sudahlah..
Pulanglah..
Berbaliklah semula..

Semua hanya akan habiskan energi..
Mengantar pada duka dan binasa..

Saatnya nahkoda sikap tentukan sikap..
Kerahkan awak kapal dapatkan petunjuk..
Sebab seisi kapal layak dapatkan selamat..
Bersama wujudkan jalan yang tepat..

Saatnya tuk berpindah haluan..
Mengganti biduk yang tak layak..
Demi niscaya ya sebuah harapan..

Biduk yang sanggup hantarkan manusia sampai tujuan..
Biduk yang didalamnya penuh kedamaian dan ketentraman..
Yang menjamin keselamatan seisi kapal..
Bahtera Khilafah nan gagah dan perkasa..
Yang penuh dengan kemuliaan..

By: Mila Sari, S.Th.I
#PenajuangIslam
#PendidikGenerasiGemilang
#MemberAkademiMenulisKreatif
 
Top