Industri kecil dan menengah (IKM) perlu memperhatikan desain kemasan dan merek produknya yang lebih menarik dan kekinian sehingga bisa diminati konsumen secara luas baik di pasar domestik maupun global. Langkah strategis ini juga untuk mendongkrak daya saing IKM nasional agar semakin kompetitif.


“Kementerian Perindustrian terus memacu IKM supaya menerapkan standar produk serta melakukan inovasi dan kreativitas penciptaan desain-desain terbaru sehingga mampu bersaing di pasar global,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (21/12).


Guna meningkatkan nilai tambah produk IKM tersebut, sampai tahun 2017, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin telah membantu pembuatan 6.998 desain kemasan, 7.396 desain merek dan bantuan dalam bentuk kemasan cetak kepada351 IKM. Sementara itu di bidang hak kekayaan intelektual (HKI), Ditjen IKM Kemenperin juga telah membina sebanyak 1.045 orang fasilitator HKI.


Gati meyakini, peningkatan daya saing produk-produk industri nasional termasuk yang diproduksi oleh IKM turut menunjukkan kemampuan Indonesia di kancah internasioal. Hal ini tercermin dari laporan Global Competitiveness Index 2018 yang dirilis World Economic Forum (WEF), bahwa peringkat daya saing Indonesia naik dari posisi ke-47 pada tahun 2017 menjadi level ke-45 di 2018.


“Kunci pengembangan IKM kita agar semakin produktif dan kompetitif, perlu dipacu melalui pemberian pengetahuan tentang teknik produksi, pembaruan alat dan mesin, penguatan desain dan branding, serta mengajarkan proses finishing produk yang baik dan berkualitas,” paparnya.


Sejalan dengan hal tersebut, dalam rangka membangun produk industri yang bermutu melalui desain yang prima, Kemenperin mejalin kerja sama dengan sejumlah asosiasi profesi desain di Indonesia seperti Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII), dan Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia (AIDIA) untuk berinisiasi menggelar kegiatan Indonesia Industrial Design Awards (IID Awards) pada tahun 2019.


Beberapa waktu lalu, Kemenperin telah melakukan kickoff IID Awards 2019 guna menyosialisasikan ajang penghargaan tersebut. Menurut Gati, program ini sebagai bentuk apresiasi Kemenperin kepada pelaku industri nasional yang telah menghasilkan kualitas produk, sistem, pelayanan dan pengalaman yang lebih baik dengan berbasis pada pengembangan, inovasi dan kualitas desain produk industri.


“IID Awards akan mencakup produk-produk industri mulai dari lini startup, IKM hingga skala besar. Penghargaan juga diberikan untuk produk-produk yang telah ada di pasar Indonesia dan menjadi citra khas produk industri nasional,” jelasnya. Selain itu, Kemenperin akan memberikan penghargaan kepada tokoh yang telah berperan dalam pengembangan dunia desain produk industri di Indonesia.


“Dalam proses penyelenggaraanya, sosialisasi dilaksanakan sampai Juli 2019. Kemudian, tahap seleksi pertama di bulan Agustus dan seleksi kedua di September 2019. Tahap terakhir, awarding ceremony digelar pada Oktober 2019 yang dilanjut dengan road show sampai Desember 2019,” sebutnya.


Gati menambahkan, di ajang IID Awards akan ada pemberian tiga penganugerahan. Pertama, berupapenghargaan untuk produk baru (maksimum yang diproduksi tiga tahun sebelumnya) dengan melalui proses penjurian yang terdiri dari IID Good Design, IID Best 20, IID Best 3 dan IID Grand Awards.


Penghargaan tersebut untuk beberapa kategori, di antaranya aplikasi danpermainan (game), produk elektronika danperalatan rumah tangga (home appliances), transportasi dan aksesoris otomotif, materi promosi dan identitas visual produk (product visual identity), produk mainan kreatif danalat peraga pendidikan, produk industri kerajinan, alas kaki danapparel, perhiasan dan aksesoris fesyen, furnitur dan dekorasi rumah, perlengkapan kantor, serta produk yang terkait hobidanrekreasi.


Penghargaan kedua, yakni IID Mark, yang akan diberikan kepada produk yang memiliki nilai-nilai heritage dan berkualitas yang sudah ada di pasar. Dan, ketiga, penghargaan IID Lifetime Achievement, untuk diberikan kepada tokoh yang telah berperan dalam pengembangan dunia desain produk industri di Indonesia baik dalam bidang kebijakan, pengembangan produk, dan pendidikan.


“IID Awards ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah kegiatan, namun juga akan menjadi gerakan yang dapat meningkatkan citra positif bangsa, yakni Face of Nation, Face of Industry, Face of Lifestyle, Face of Creation, dan Face of Brand melalui produk-produk Indonesia yang inovatif dengan kualitas desain yang baik,” tandasnya.


Wujud daya saing industri nasional yang saat ini mampu kompetitif di pasar global, antara lain terlihat dari adanya kenaikan pada nilai tambah industri nasional dari tahun 2015 yang mencapai USD212,04 miliar menjadi USD236,69 miliar hingga jelang akhir tahun 2018. Selanjutnya, pangsa pasar industri manufaktur Indonesia di kancah global pun saat ini ikut meningkat menjadi 1,84 persen.


Di samping itu, tercermin dari nilai ekspor yang terus meningkat. Hingga jelang akhir tahun 2018, nilai pengapalan produk manufaktur nasional ke mencanegara mampu tembus USD130,74 miliar atau naik 4,51 persen dibanding capaian tahun 2017 sebesar USD125,10 miliar. Tahun 2016 sekitar USD110,50 miliar dan tahun 2015 di angka USD108,60 miliar.
 
Top