N3, Padang - Erniati sangat berharap Baznas Kota Padang untuk dapat membedah rumahnya segera mungkin sebab sampai kini masih menompang tinggal dirumah tetangga, tentu jelas tak bisa berlama-lama, sebutnya.

 Dalam kesempatan itu, Erniati katakan dengan apa saya bangun rumah, sedang kerja saya setiap hari memisah debu kulit minis hasilnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hal itu, diutarakan Erniati pada tim Humas Kota Padang yang dipimpin langsung Kasubag. Publikasi Tafrizal, setelah dapat laporan dari keluarganya, di Banuaran.

Musibah kebakaran rumah Erniati di Belakang SD Banuaran Kecamatan Lubuk Begalung Padang, peristiwa itu terjadi  13 Juli 2018 lalu, nembawa duka yang dalam, setiap hari melihat poing-poing sisa dari kebakaran, hentah kapan  akan memiliki rumah tempat berteduh tersebut.

Semoga Bapak yang meninjau rumah ini dari Humas Kota Padabg, dapat mempublikasikan ke publik, manatahu ada dermawan yang baik hati, bisa membantu membangun tempat kami berteduh nantinya.

Soal tanah tidak ada masalah dan persoalan, sebab tanah ini telah teruntuk buat saya, jadi tidak ada pengalang untuk membangun kembali rimah tempat berteduh buat saya sekeluarga, ujarnya. (ytd).
 
Top