Tanah Datar, nusantaranews.net, - Masyarakat Tanah Datar pertanyakan pekerjaan proyek yang mempergunakan alat berat jenis loader saat sedang mengupas tanah dan rerumputan yang dipinggir jalan yang berlokasi di jalan Sutan Alam Bagagarsyah atau jalan menuju Objek wisata Istano Basa Pagaruyung dan juga jalan menuju pusat pemerintahan kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumbar.

Pasalnya, dari kedua titik pengerjaan tersebut, sama sekali tidak terlihat tanda-tanda adanya plang proyek untuk menjelaskan apakah proyek dibiayai pemerintah atau swasta.  Sehingga proyek yang disinyalir siluman tersebut menjadi bahan perbincangan ditengah masyarakat, karena mereka tidak tahu kemana dan siapa yang bisa bertanggungjawab apabila terjadi kecelakaan akibat dari kelalaian pengerjaan tersebut.

Keresahan ini ternyata terbukti, tisak berapa lama berselang, Gindo Rajo (38) salah seorang warga masyarakat Tanah Datar melintasi jalan tersebut nyaris saja ia jatuh karena tumpukan Tanah yang diketuk dengan menggunakan loader ini berserakan dijalan. Begitu juga dengan NSV (37) juga hampir terjatuh karena tumpukan tanah menghalangi jalan masuk menuju rumahnya.

Saat Ia meminta kepada petugas atau pekerja untuk membersihkan jalan masuk ke rumah NSV tersebut pekerja malah menjawab, "Semua pekerjaan ini sudah ada pemberitahuannya kepada wali Jorong (Kepala Dusun) jika wali Jorong tidak memberitahukan ya kepada masyarakatnya, itu wali Jorong nya yang bodoh" ucap operator loader tersebut kepada Gindo Rajo Kamis 20 Desember 2018 sekitar jam 17:45 Wib.

Saat Gindo Rajo mempertanyakan siapa penanggung jawab dari kegiatan tersebut kepada pekerja dan operator loader yang belum diketahui namanya ini, sang operator menjawab ini pekerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Dan Pertanahan Kabupaten Tanah Datar silahkan saja cari sendiri, ucap sang operator kepada Gindo Rajo dan kemudian kembali menyalakan mesin Alat berat tersebut kemudian meninggalkan lokasi pekerjaan dengan membawa loadernya.

Pekerjaan ditinggalkan begitu saja oleh sang operator dalam keadaan yang dapat membahayakan pengguna jalan ujar Gindo Rajo.

Sementara Wali Jorong Gudam Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Wendri Yusvendra saat dikonfirmasi media ini melalui nomor pribadinya menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada pemberitahuan kepada saya mengenai kegiatan tersebut ucapnya, Kamis 20 Desember 2018 kepada awak media ini.

Salah satu tokoh masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya ini saat diminta pendapatnya oleh awak media menyampaikan, percepatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Tanah Datar adalah suatu hal yang sangat bermanfaat untuk masyarakat apalagi daerah kita ini adalah daerah objek wisata, namun sebelum kegiatan berlangsung hendaknya pihak pelaksana kegiatan memenuhi semua aturan dan peraturan yang ada, termasuk papan nama kegiatan juga harus ada dilokasi kegiatan dan mudah untuk di baca ucapnya.

sekarang sudah tanggal 20 Desember kenapa baru kegiatan ini baru dikerjakan, jelas terlihat ada kesan tergesa-gesa dalam pengerjaan, karna ini sudah jam lima sore namun aktifitas masih tetap berlangsung, ada apa ya? tanyanya kepada awak media sembari tersenyum.

Ketika hal ini dikonfirmasi langsung kepada Kepala Bidang Bina Marga Roni Elisman membenarkan bahwasanya pekerjaan tersebut adalah kegiatan dari Dinas PUPR dan Pertanahan, nanti akan saya perintahkan langsung kepada pekerja dilapangan ucap Roni dibalik Cellularnya Kamis 20 Desember 2018 jam 18:00 Wib.

Sampai saat ini belum ada kegiatan lanjutan pembersihan tumpukan tanah yang sudah memakan badan jalan yang menghambat akses jalan kerumah warga.

Hingga berita ini tayang, tim masih terus berupaya menggumpulkan data dan menindaklanjuti persoalan ini. bersambung (Elpiss)
 
Top