N3,Sarolangun ~ Sulitnya infrastruktur dan sarana transportasi membuat petani kopi di Kecamatan Batang Asai mengeluh.Sebab, keterbatasan itu membuat mereka sulit memproduksi biji kopi dalam jumlah yang banyak.

Seperti yang diungkapkan Kades Simpang Narso,Suburdi yang mana saat ini sudah ada tujuh desa yang mulai berkebun kopi.Ia juga menerangkan jika jenis kopi yang ditanam adalah kopi jenis robusta.

"Untuk Desa Simpang Narso sendiri luas lahan yang ditanami kopi sekitar 180 hektar.Belum lagi 6 desa yang lain yang mana luasnya sekitar 150 Hektar per desa,"ujarnya.

Ia juga menuturkan jika saat ini,sudah ada desa yang memproduksi biji kopi tersebut,seperti kopi Bukit Tempurung.Akan tetapi sulitnya akses jalan membuat para petani kopi mulai mengeluh dan berharap besar Pemerintah Kabupaten Sarolangun memperhatikan hal tersebut.

"Kami minta dengan Pemkab Sarolangun segera membantu memperbaiki jalan,"harapnya.

Lebih lanjut Suburdi menambahkan, jika kedepannya harapan semua masyarakat nantinya perkebunan kopi di Kecamatan Batang Asai ini bisa menjadi destinasi wisata selain destinasi yang ada saat ini,seperti wisata Air Terjun Pancur Gading,Telun Tujuh,Danau Kaco dan Gua Mata.

"Harapan kami perkebunan kopi ini bisa jadi destinasi wisata selain potensi wisata alami yang ada saat ini.Jadi sangat disayangkan jika potensi wisata yang ada tidak dikembangkan.intinya satu,kami mohon Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk ikut berperan serta dengan membangun akses jalan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sarolangun,"pungkasnya.  (SRF)
 
Top