N3 Payakumbuh – Ratusan hektare lahan pertanian direndam banjir di beberapa tempat di Payakumbuh, salah satunya di kelurahan Ompang Tanah Sirah (Talawi, Balai Betung dan Tanjung Enau). Banjir juga ikut merendam sebagian rumah warga di Balai Betung dan Bunduang Tanjung Enau. Selain daerahnya agak rendah, kedua kawasan ini sangat dekat Batang Sinamar dan Batang Lamposi. Banjir juga genangi sebagian areal persawahan di Payolinyam kelurahan Tigo Koto Dibaruah.

Sebagaimana diterangkan tokoh maayarakat OTS, Asmaldi pada Senin (04/11) didampingi Lurah OTS Erizal, Ketua RT 04/RW 02, Riswan Efendi dan Faskel KOTAKU, Darwenis, Tingginya curah hujan membuat sebagian rumah di RT 04 / RW 02 Balai Betung digenangi air. Selain itu ratusan hektare sawah warga yang baru siap tanam digenangi air bah.

“Kawasan Tanjung Anau dan Balai Batuang Kel. OTS mulai dilanda banjir akibat luapan Batang Sinamar dan Lampasi. Banjir membuat aktifitas warga agak terganggu, sebagian kebun cabe warga juga terlihat layu terendam banjir. Bahkan petani terpaksa panen cabe muda,” sebut Asmaldi.

Diungkap Abdul Halim (53) salah seorang petani dari Balai Betung,”sawah saya baru kemaren ditanam. Kini sudah hilang oleh banjir. Kalau banjir surut nanti, tentunya harus membuat tempat semayan dan menabur bibit padi, lagi.”

Meningkatkan intensitas air yang menggenangi jalan Bypass Tanjung Enau-Payobasung membuat jalur ini ditutup sementara agar tidak membahayakan pengendara.

Sebagaimana diterangkan Kadishub melalui Sekretaris Dishub, Aplimadanar melalui akun medsos pribadinya.

“ketinggian air disekitar Tanjung Anau mencapai 1 Meter. Adapun jalan yang terkena banjir adalah di simpang Tanjung Enau dan jalan Lingkar Selatan arah ke Koto Baru Payobasuang. Sementara jalur ini tidak bisa dilalui kendaraan roda dua. Bagi yang nekat melewati untuk tetap berhati-hati. Semoga curah hujan tidak bertambah, meskipun saat ini adalah bulannya musim hujan,”ungkap Aplimadanar.

Kebiasaan bersepeda (Gowes) untuk memantau kondisi warga kota dilaksanakan Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan pesepeda lainnya.

Gowes pada Sabtu (3/11) pagi bersama beberapa Kepala OPD Plus anggota DPRD Provinsi Ustadz Irsyad Syafar dan Tokoh Luak Limopuluah lainnya.

“Gowes pagi ini Kami menyusuri jalanan di Payakumbuh untuk melihat langsung adakah infrastruktur yang terimbas dengan hujan semalam. Cuaca ekstrem belakangan dengan curah hujan yang tinggi, memang membutuhkan pengawasan ekstra, agar dampak buruk seperti banjir dan longsor bisa diminimalisir. Dibeberapa tempat kami menemukan drainase yang mampet. Dan ini bisa menahan aliran air, sehingga terjadi genangan,”terang Riza Falepi.

“Kami menghimbau agar kewaspadaan dan kebersihan lingkungan ditingkatkan. Perhatikan drainase lingkungan, jangan biarkan mampet oleh sampah. Insyaallah kalau kita semua menjaga, Kota Payakumbuh bisa terhindar dari bahaya banjir dan sejenisnya. Kita juga prihatin dan turut berduka dengan kejadian banjir bandang di Kota Padang,” tandas Riza Falepi.

Informasi warga yang kita himpun, banjir juga menggenangi fasilitas dan kawasan pendisikan di kelurahan Nunang Daya Bangun. Di lokasi ini diperkirakan air setinggi 1,5 meter. Aktifitas warga setempat juga ikut terganggu, bahkannsebagian rumah warga juga digenangi luapan air Batang Agam ini.(Rahmat Sitepu)
 
Top