N3 Payakumbuh – Sekitar 20 orang usahawan kecil dan menengah Kota Payakumbuh dilatih membuat aneka olahan makanan berbahan baku Labu. Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Pangan Berbahan Dasar Labu Madu tersebut digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh di Bakinco Resto, Kelurahan Koto Tangah, Kecamatan Payakumbuh Barat pada Senin-Selasa, 1 sd 2 Oktober 2018.

Bertindak sebagai narasumber, pengajar Teknologi Pangan pada Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Rahzarni. Ada lima materi yang dilatih yaitu, Cara Pengeringan Labu, membuat Cookies (Kue Kering) Labu, membuat Mie Labu, membuat Muffin Labu dan membuat Donat Labu.

Pelatihan dibuka oleh Walikota Payakumbuh diwakili Kepala Dinas Nakerperin, Dafrul Pasi. Dikatakan, pihaknya sengaja memilih Labu Madu sebagai bahan dasar utama pelatihan mengingat ketersediaannya di pasaran cukup banyak.

“Melalui pelatihan ini kita ingin meningkatkan bobot dan nilai tambah produk labu madu dipasaran. Sehingga produk pertanian yang cukup banyak diproduksi didaerah kita ini bisa mendatangkan keuntungan lebih bagi pelaku usaha dan juga petani kita,” ujar Dafrul saat dihubungi, Rabu (3/10).

Dikatakan, Pemko Payakumbuh melalui Disnakerperin senantiasa berupaya mencari kiat untuk meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha UKM di Kota Payakumbuh.

“Ada sekitar 3700 pelaku UKM di Payakumbuh, termasuk yang bergerak disektor pertanian. Pengolahan produk pertanian layak diangkat karena jumlah produksi jumlah pelaku usahanya cukup banyak serta pengolahannya tidaklah sulit,” beber Dafrul.

Dafrul berharap, pelatihan diversifikasi produk pangan tersebut bisa meningkatkan posisi tawar Labu Madu dipasaran, sekaligus mampu melahirkan ciri khas olahan Labu Madu asal Payakumbuh.

“Kita ingin memperkuat keberadaan Payakumbuh sebagai sentral produksi makanan dan kuliner di Sumatera Barat. Pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan produk olahan labu madu berciri khas Payakumbuh. Semoga bisa, ” pungkas Dafrul. (Rahmat Sitepu)
 
Top