MAGELANG-- Sebanyak sepuluh personel TNI-POLRI sebagai perwakilan dari Babinsa dan Babinkamtibmas Kecamatan Magelang Tengah dan Magelang Selatan adakan kolaborasi junjung kesenian sebagai budaya lokal, Rabu (03/09).

Hal tersebut di maksud untuk mengugah kembali nilai nilai pesan yang terkadung di dalamnya.

Sebagaimana seperti kelanjutan dari pementasan seni budaya tersebut yang kemudian di lanjutkan dengan seni drama ketoprak humor sebagai icon utama Babinsa, babinkmtibmas kelurahan,Dinas PLKB, Satpol PP dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat.

Salah satu cerita  yang diangkat adalah soal pentingnya pendidikan dengan tokoh  Wakijo,  yang mana akibat kelalaian serta rendahnya pendidikan sehingga berakibat fatal. Berawal dari membina rumah tangga di usia muda kemudian dengan mempunyai anak enam bersaudara serta kurangnya pengetahuan tentang berwirausaha hingga singkat cerita wakijo mengalami kerugian usaha dalam tokoh tersebut, tidak cukup sampai di situ karena kelalaiannya dan rendahnya pendidikan kesialan Wakijo terus berlanjut.

Mengangkat cerita Wakijo tersebut banyak pesan moral yang didapat, masing dinas terkait mulai mengurai satu persatu masalah wakijo yang menggambarkan kehidupan di dunia nyata dan sering kali kita jumpai dalam kehidupan masyarakat.

Masing-masing instansi punya tugas dan perannya dalam membantu menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan baik formal maupun non formal untuk menuju masyarakat yang lebih cerdas dan bermartabat.

Hingga selesai kegiatan pagelaran acara berlangsung selama kurang lebih durasi dua jam setengah di pendopo pengabdian walikota Magelang tersebut, ratusan peserta yang hadir termasuk ir.Sigit widyo nindito (walikota) secara menyeluruh sangat terkesan dengan jalan cerita tersebut dan memberikan apresiasi dengan  tepuk tangan yang meriah. Disamping sangat menghibur pentas seni tersebut mengandung banyak pesan moral untuk masyarakat dan semua pejabat yang hadir.(pendim)
 
Top