N3 Payakumbuh - Menurut sejarah yang kami terima dari pada sesepuh dan orangtua, bahwa di Kenagarian Aur Kuning yang saat ini terdiri dari 2 kelurahan, dulunya banyak ditumbuhi aur kuning (bambu kuning-red). Sayang, dengan perkembangan zaman serta pertumbuhan penduduk, aur kuning itu pun punah. Bahkan tidak kita jumpai lagi di daerah kita ini dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini. Untuk itulah warga kenagarian aur kuning berinisiasi menanam kembali aur kuning ini.

Selain untuk menumbuhkan kembali sejarah dan pelestarian lingkungan, kita komit akan mempertahankan sejarah itu agar pengalaman itu tidak terulang lagi. Demi suksesnya penanaman kembali aur kuning ini, kita sengaja datangkan bibit atau anaknya dari Kota Padang Panjang. Kegiatan ini dalam bahasa asingnya Back to Nature, Back to Identity.

Ungkapan ini disampaikan Ketua DPRD Kota Payakumbuh YB Dt. Parmato Alam yang sekaligus tokoh masyarakat Kenagarian Aur Kuning dalam seremonial penanaman kembali aur kuning sebagai simbol nama daerah ini, Ahad (07/10/2018) siang.

Penananam kembali aur kuning dihadiri Walikota Payakumbuh diwakili Kabid Destinasi Dinas Pariwisata, Zetriwardi bersana Kabid Humas Diskominfo Irwan Suwandi, camat Payakumbuh Selatan Junaidi, lurah, lpm tokoh masyarakat setempat.

Selain menjaga sejarah, penanaman kembali aur kuning ini juga diharapkan kedepannya mampu mendukung pertumbuhan ekonomi warga. Karena pemko mengagendakan iven Botuang Festival akan dijadikan iven kalender wisata daerah.

"Penanaman kembali Aua Kuniang di Kenagarian Aua Kuniang Kec. Payakumbuh Selatan kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh. Semoga melalui kegiatan ini identitas lokal kembali tumbuh demi satu tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui destinasi objek wisata baru dengan tata kelola pariwisata berbasis masyarakat," terang Zetriwardi didampingi Kabid Penataan Lingkungan yulimar dan Kabid Humas Irwan Suwandi.

Tentunya Botuang Festival yang telah kita mulai tahun lalu akan menjadi kalender wisata daerah, khususnya di kenagarian Aur Kuning ini. Aur Kuning yang baru kita tanam, diharapkan dijaga denfan baik, sehingga disampung menopang ekonomi warga juga bisa menjaga sejarah kenagarian.

Ditambahkan Kabid Humas Irwan Suwandi, mensukseskan kegiatan pagi ini, Pemko Payakumbuh telah datangkan pengrajin bambu dari Bali bernama Wilmar, akrab disapa Cak Datuk.

"Wilmar merupakan sosok visioner dan luar biasa. Dia punya mimpi membangun pariwisata Kota Payakumbuh memulai kerajinan olahan bambu. Dirinya sengaja memulai dari dari nagari asalnya, yakni Nagari Aur Kuning," Irwan menambahkan.

Dalam orasi singkatnya di depan warga dan undangan, Wilmar yang akrab disapa Cak Datuk memuliki mimpi besar nagari Aur Kuning akan tumbuh dengan pengrajin bambunya. Katanya, mengembalikan identitas nagari. Ya,  Aur Kuning itu sendiri sudah langka atau mungkin tidak ada lagi tumbuh di Nagari Aur Kuning. Mimpinya, Aur Kuning seperti Bali dari sisi pariwisatanya. Bali versi Minang.

"Saya lama di Bali,  keluarga saya masih tinggal di Bali,  dan saya lihat potensi wisata daerah kita tak kalah dengan Bali. Saya ingin wisatawan singgah di Nagari Aur Kuning. Kita siap bantu, kita siap berbagi ilmu. Mari kita tumpahkan dan implementasikan ide - ide gila melalui torehan pada bambu dan kerajinan bambu lainnya. Bersama kita bangun Payakumbuh. Ayo pemko dan nagari,  kasih jalan untuk pemuda kreatif ini membuktikan karya," pinta Wilmar.

Penanaman aur kuning di sepanjang jalan di Kenagarian Aur Kuning, selain diikuti warga juga tampak dihadiri Duta Wisata Kota Payakumbuh. (Rahmat Sitepu)
 
Top