Sebanyak 20 orang anak jalanan yang terdiri dari 16 orang pria dan 4 orang wanita menjalani latihan kedisiplinan yang dilaksanakan selama enam hari yang bertempat di Batalyon 133/Yudha Sakti Korem 032/Wirabraja.

Acara penanganan anak jalanan melalui pola pembinaan terpadu ini merupakan hasil kerjasama Korem 032/Wbr dengan Pemko Padang melalui dinas sosial.

Danyonif 133/Yudha Sakti Letkol Inf Endik Hendra Sandi S.Sos., M.I.Pol dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada peserta pembinaan terpadu.
“Selamat datang kepada peserta pembinaan terpadu, dan selamat karena para peserta telah menjadi putra Yudha Sakti,” ucapnya yang disambut tepuk tangan oleh tamu undangan.

Danyonif menjelaskan dalam pelatihan selama enam hari ini akan diajarkan cara baris berbaris, cara berucap, tingkah laku secara militer.

“Dalam pelatihan ini kami menciptakan jiwa korsa yang mana suka duka dijalani secara bersama-sama. Hal ini akan menumbuhkembangkan kesadaran, sehingga tidak kembali kejalanan, dan menjadi generasi muda yang baik, serta dapat menumbuh kembangkan keterampilan yang dimiliki bermanfaat bagi lingkungannya,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemko Padang akan melakukan “zero” anak jalanan dikota Padang yang diperkuat dengan perda no 1 tahun 2018.

"Jika keluarga dan lingkungan tidak bisa melakukan pembinaan, maka negara hadir dalam melakukan pembinaan. Jika yang tidak bersekolah akan kita sekolahkan.” Demikian ucapan Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah saat pembukaan  penanganan anak jalanan melalui pola pembinaan terpadu yang dilaksanakan di Batalyon 133/Yudha Sakti. (25/9)

“Kota Padang selangkah lebih maju dalam penanganan anak-anak jalanan dengan melahirkan perda no 1 tahun 2018. Untuk implementasi perda tersebut, dibutuhkan kerjasama antar instansi pemerintahan yang melibatkan sinergitas Polri dan Tni.” ucapnya.

Pembinaan terpadu yang dilakukan ini adalah latihan kedisiplinan yang kedua kali yang dilakukan Pemko Padang yang bersinegri dengan TNI AD.

 “Hasil dari latihan kedisiplinan ini sebelumnya telah membuahkan hasil positif bagi perkembangan watak dan karakter anak jalanan yang ditempa di Batalyon 133/Yudha Sakti,” ucap Mahyeldi.

Walikota Padang menambahkan bahwa dalam pembinaan terpadu ini wajib dilaksanakan. Pembinaan – pembinaan yang dilakukan pemerintah sebelumnya menemui jalan buntu yang menyebabkan mereka kembali kejalanan dengan menjalankan berbagai profesinya.

“Pemko telah melakukan berbagai upaya dan penangan terhadap anak jalanan ini. Dari memberikan pelatihan keterampilan, pemberian modal, tetapi hasilnya tidak membuahkan hal yang positif. Anak jalanan yang telah dilatih ini kembali kejalanan. Dengan melibatkan TNI AD, pembinaan terpadu ini diharapkan mentalitas dari anak jalanan ini kembali normal dan dapat diterima ditengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Walikota Padang menjelaskan juga bahwa pembinaan terpadu yang dilakukan sebelumnya telah membuahkan hasil-hasil positif terhadap anak jalanan. TNI AD dapat merubah watak karakter anak jalanan sehingga mereka dapat beraktivitas serta mendapat lapangan pekerjaan yang layak.

“Pembinaan terpadu yang pertama membuahkan hasil yang sangat positif. Beberapa dari mereka telah mendapatkan pekerjaan, kembali ke Batalyon 133/Yudha Sakti untuk mentraktir para pelatih mereka. Dan ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi pelatih dan kita semua. Hal ini lah yang menjadi dasar melanjutkan sinergitas dengan TNI AD dalam  pembinaan anak jalanan,” tambahnya.

Fenomena anak jalanan bukanlah subjek asing lagi di kota-kota di Indonesia, khususnya Kota Padang. Mereka terkolaborasi dengan pemgamen cilik, pengemis anak dan berbaur hingga menjadi suatu fenomena yang memunculkan keresahan sosial ditengah-tengah masyarakat.

Penrem 032/Wbr
 
Top