N3, Padang ~ Mega proyek Peningkatan Kualitas Kawasan Pemukiman Kumuh milik Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumbar, anggaran APBN dengan nilai Rp 25.463.890.000, dikerjakan PT. Mari Bangun Nusantara Jo PT. Bangun Persada Spesialis dan diawasi CV. Parades Karya Consultant, disinayalir pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi teknis dan lari dari aturan yang berlaku.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bayu, yang didampingi Eri (pengawas dari Satker) dan Syahrial (staf PPK), saat saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, malam bungkam dan Ia seakan mengelak dari media saat mau dikonfirmasi terkait dugaan kecurangan itu.
Ia hanya mengatakan “saya lagi sibuk”, begitu juga Eri saat didekati awak media, hanya “tertunduk dan diam saja”. Lain lagi Syahrial, saat dikonfrotir mengatakan,” semua hal yang terjadi disini yang bertanggung jawab Zulherman, menjabat sebagai Kepala Satker, jadi kami disini tidak bisa berkomentar apa-apa” terang Syahrial seraya pergi meninggalkan awak media.
Sikap tidak kooperatif yang ditunjukan oleh Bayu cs tersebut, mendapat kritikan dari salah seorang tokoh masyarakat setempat berinisial AW pada hari yang sama.
AW mengatakan, ” ada apa sebenarnya yang terjadi didalam proyek milik negara ini, kenapa pihak yang terkait dengan mega proyek ini seakan mengelak saat dikonfirmasi media, kalau memang pekerjaannya bersih, kenapa para pelaku mesti mengelak dan terkesan menutupi untuk informasinya” kata AW.
” sedari awal pekerjaan ini dikerjakan, AW memang telah menduga, kalau ada kecurangan yang terjadi di proyek tersebut, selain penggunaan material kanstin lama, juga sampai saat ini dimana direksikeet proyek ini juga tidak tahu” tutur AW lagi.
Menyangkut teknis pekerjaan, AW melanjutkan,” untuk pasangan batu pondasi terlihat tidak lurus, dan material yang digunakan juga tidak sesuai spesifikasinya, contoh, batu dan pasir yang dipakai banyak mengandung lumpur dan tanah, begitu juga untuk adukan pasangannya, apakah sesuai” pungkasnya.
Sejatinya, setiap penawaran atau pelelangan pada proyek yang memakai dana APBN, dalam dokumen yang ditawarkan oleh panitia, sudah lengkap, baik harga material, jumlah volume material yang digunakan, teknis dan lain sebagainya menyangkut pembangunan infrastruktur yang ditawarkan oleh pihak owner atau Dinas terkait.

Pihak rekanan berinisial Ykb saat dikonfirmasi  terkait dengan pembangunan itu menjelaskan bahwa seluruh kegiatan ini telah sesuai dengan ketentuan. Dan memang, ia telah mendapat informasi terkait adanya pasangan dan adukan yang tidak dengan speck.

Akantetapi semuanya telah Ia suruh bongkar dan di perbaiki kembali. Untuk menghindari hal tersebut, saat ini Ia terjun langsung melakukan pengawasan di semua titik, baik dari pekerja, material dan lain sebagainya.

Ia berharap, mudah-mudahan upaya pengawasan total yang dilakukannya ini, dapat menghindari adanya ketimpangan-ketimpangan yang terjadi dilapangan.
 
Top