N3 Limapuluh Kota -Pengasuhan memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah keluarga. Pengasuhan ini sangat menentukan baik buruknya karakter seorang anak.

Bupati Limapuluh Kota H. Irfendi Arbi mengatakan itu kepada wartawan ketika meninjau Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Parmato Bundo Kabupaten Limapuluh Kota, baru-baru ini.

“Seperti kita ketahui, pengasuhan memegang peran yang sangat penting. Sebab, pengasuhan itu akan sangat menentukan karakter anak nantinya. Kita tidak mau anak di daerah ini mendapatkan tindakan kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan buruk lainnya,” ujar Irfendi.

Menyimak posisi anak yang rentan mengalami tindak kekerasan dan lainnya, Irfendi berharap Puspaga benar-benar berperan di tengah masyarakat, termasuk terhadap para calon pengantin yang akan menikah.

"Kita berharap Puspaga ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat, para pasangan calon pengantin, anak dan lainnya. Dengan begitu ke depan hendaknya tidak ada lagi masalah keluarga ataupun tindak kekerasan dalam keluarga,” papar Irfendi.

Dikatakan Irfendi Arbi, program Puspaga ini pada intinya bertujuan mencegah terjadinya tindak kekerasan di dalam rumah tangga serta menurunkan angka kelahiran pada usia 15 sampai 19 tahun

“Untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan di dalam rumah tangga dan menurunkan angka kelahiran pada usia 15 sampai 19 tahun, kita menyarankan merujuk para calon pengantin melakukan konsultasi ke Puspaga yang berada di dekat kantor DPPKBP3A Kabupaten Limapuluh Kota,” tutur Irfendi.

Sementara itu Kepala DPPKBP3A Kabupaten Limapuluh Kota Hj. Yenni Elvi, S.St didampingi Kepala Bidang Yulia Masna, SKM menjelaskan, terkait dengan program Puspaga tersebut DPPKBP3A telah melaksanakan perjanjian kerjasama (MoU) dengan Kantor Kemenag Kabupaten Limapuluh Kota tentang Palayanan Terpadu dan Edukasi Fisko Terapi Puspaga Parmato Bundo, beberapa waktu lampau.

“Sesuai perjanjian kerjasama, seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di 13 kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota menunjukan Puspaga Parmato Bundo sebagai tempat parenting dan pola asuh bagi para calon pengantin,” papar Yenni.

Dikatakan Yenni, tujuan porgram Puspaga ini antara lain untuk mengurangi atau mencegah kekerasan dalam keluarga. Setiap calon pengantin akan mendapatkan pembelajaran tentang [ola asuh dan parenting. Selain itu, sekali sebulan seluruh calon pengantin akan dikumpulkan Kemenag untuk mendapatkan materi tentang pola asuh dan parenting tersebut.

“Setiap hari Seninnya, Puspaga menjadwalkan menerima rujukan para calon pengantin dari 13 KUA. Sedangkan hari lainnya melayani rujukan dari Puskesmas, sekolah, mayarakat umum dan lainnya untuk mendapatkan pelayanan pola asuh, parenting, konseling dan sebagainya yang ditangani langsung oleh dua oran g psikolog,” sela Yulia Masna.

Menurut Yenni, Puspaga merupakan bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator DPPKBP3A Kabupaten Limapuluh Kota dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga. Program ini melibatkan tenaga konselor dua orang psikolog dan seorang tenaga administrasi yang digaji pemerintah pusat.

“Puspaga ini melayani calon pengantin ataupun masyarakat umum untuk berkonsultasi  masalah keluarga, anak, remaja, maupun dewasa secara gratis," tuntas Yenni. (Rahmat Sitepu/rel)

 
Top