N3 Limapuluh Kota - Guna meringankan beban korban gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat berapa waktu lalu, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi mengintruksikan ASN yang ada di pemerintahannya untuk 'badoncek' melakukan pengalangan dana dan bantuan.

"Saat ini Indonesia berduka, saudara kita yang ada di Lombok NTB diguncang gempa, rumah-rumah mereka pada rusak, ini duka kita bersama. Untuk itu, mari kita bersama-sama membantu meringankan beban mereka dengan melakukan pengalangan dana dan bantuan,"ujar Irfendi Arbi didepan ratusan kepala OPD ketika melakukan sosialisasi ketaspenan, program jaminan kecelakan kerja dan Jaminan kematian, di Aula kantor bupati, Bukik Limau, Sarilamak, Kamis (9/8).

Dirinya, mengintruksikan kepala OPD untuk melibatkan seluruh pegawai yang ada di Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, selain bantuan uang diharapkan juga dapat menyumbangkan barang-barang yang menjadi kebutuhan mendesak lainnya.

"Saya minta seluruh pegawai di pemerintahan ini ikut memberikan bantuan guna meringankan beban saudara kita yang sedang ditimpa musibah gempa bumi di Lombok dan sekitarnya. Saya berharap selain bantuan uang juga dapat memberikan bantuan mendesak lainnya seperti, pakain layak pakai, obat-obatan P3K dan bantuan lainnya,"tambahnya.

Menurut Bupati, bantuan tersebut merupakan kewajiban semua pegawai, berapapun bantuan yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi korban gempa," Ketika kita dilanda bencana banjir berapa waktu lalu semua masyarakat yang ada di Indonesia bahu-membahu memberikan bantuan, termasuk saudara kita yang ada di Lombok. Saat ini mereka yang membutuhkan bantuan, giliran kita yang harus peduli,"tambahnya.

Dikatakan Bupati, nantinya setelah bantuan yang dikumpulkan pegawai ini akan diserahkan langsung kepada korban gempa Lombok,"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bernilai ibadah disisi Allah hendaknya, insyaallah pengalangan dana yang akan kita lakukan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Lombok,"pungkasnya.

Seperti diketahui berapa hari terakhir Lombok,di Provinsi NTB berkali-kali diguncang gempa, puncaknya pada Minggu (5/8/2018) lalu, diguncang gempa hebat 7 SR yang mengakibatkan sejumlah bangunan rusak parah hingga memakan korban jiwa.  Bahkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati sebelumnya mengatakan gempa 7 SR ini berpotensi tsunami meski letak episenternya berada di darat. 

Penyebabnya sumber gempa bumi bukanlah suatu titik tetapi merupakan bidang patahan yang menerus atau melampar memanjang hingga bidang patahan atau robekan batuan tersebut masuk di dasar laut di dekat Pantai Lombok di bagian utara, Gempa tersebut terasa hingga wilayah Bali dan Sumbawa, hingga kini korban yang bangunan rusak berat masing mengungsi ditempat pengungsian. (Rahmat Sitepu)

 
Top