N3, Padang - Karena ulah oknum petugas WC umum yang diduga menarik retibusi tidak sesuai ketentuan, membuat nama Pemerintah Kota Padang dikalangan para atlit yang mengikuti pagelaran event bertaraf internasiona festival Dragon Boat tahun 2018, tercoreng .

Hal ini disebabkan oknum petugas yang berada dikawasan GOR H. Agus Salim mengharuskan pengguna jasa membayar retibusi Rp. 3000, sesuai dengan tarif yang telah ditetapkan mereka. 

Akibatnya, puluhan atlit luar daerah yang ikut berkompetisi meramaikan Festival dragon Boat 2018, mengeluh dan merasa terbebani dengan biaya yang mahal terhadap penarikan retribusi sewaktu berada di Kota Padang

Hal ini disampaikan Yopi, salah seorang atlit Dayung Jakarta setelah Ia keluar dari WC Umum yang berada dikawasan Gor tersebut kepada wartawan beberapa saat lalu.

Ia berharap, mudah-mudahan hal seperti ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah Kota Padang dalam memberikan pelayanan maksimal kepada pengunjung ataupun pelancong.

Sebab kalau dibiarkan, maka otomatis akan berimbas kepada turunnya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Padang.

Hingga berita ini tayang, tim masih berupaya mendapatkan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
 
Top