N3, Padang ~ Ketua Koalisi Padang Bersatu, Wahyu Iramana Putra mengungkapkan, program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat ini boleh dikatakan tidak ada. Untuk itu, pemimpin yang ada sekarang tak usah dilanjutkan, tetapi diganti dengan kepemimpin yang ideal untuk Kota Padang.

"Yang banyak itu program pencitraan, misalnya lomba qasidah yang menghabiskan anggaran Rp8 milyar lebih dan pembuatan tagline Padang Kota Tercinta yang menghabiskan anggaran Rp6 milyar," ungkapnya di sela-sela senam pagi di Posko Induk Relawan Emzalmi-Desri Ayunda, Minggu, 6 Mei 2018.

Selain itu, katanya, rehap rumah dinas, dan pembuatan taman yang menghabiskan anggaran milyaran. Jika anggaran itu digunakan untuk program peningkatan kesejahteraan masyarakat, paling tidak angka kemiskinan tidak naik.

"Kegagalan program kesejahteraan rakyat ditutupi dengan pencitraan. Padahal, tolak ukur keberhasilan pemimpin tersebut bagaimana dia mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan menambah orang miskin," pungkas Wakil Ketua DPRD Kota Padang ini. 

Atas dasar itu lah, ungkap Wahyu, partai-parti politik bergabung ke dalam Koalisi Padang Bersatu mengusung pasangan calon nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang 27 Juni 2018, Emzalmi dan Desri Ayunda.

"Makanya, kami gabungan partai politik sepakat untuk mengusung dan mendukung pasangan perpaduan birokrat dan profesional ini, karena visi misi mereka untuk kesejahteraan semua lapisan masyarakat," ujarnya.

Wahyu mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah. Ia mengungkapkan, jika program yang telah diusulkan oleh pemerintah sarat dengan lobi politik.

"Satu fraksi tidak setuju misalnya, lobi pemerintah ke fraksi lain lolos, kan percuma saja. Seharusnya, sebelum mereka memberikan usulan harus mereka kaji dengan matang," pungkasnya. 

Sementara itu, Desri Ayunda mengatakan, pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Padang.

"Kantong-kantong kemiskinan itu berada di daerah pinggiran kota. Peningkatan ekonomi daerah pinggiran kota kita prioritaskan. Emzalmi dan Desri akan mewujudkan Padang sebagai kota maju, religius dan mandani berbasis pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan industri kreatif," ujarnya.

Menurutnya, angka kemiskinan di Kota Padang mencapai 26 persen. Dan Emzalmi-Desri sudah memiliki program jitu untuk mengentaskan kemiskinan tersebut.

"Kita juga harus mencari solusi bagi masyarakat untuk membiayai kesehatan dan anak sekolah. Pemerintah pusat sudah meluncurkan program  Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Tetapi warga tidak mendapatkan haknya, walau mereka tergolong warga tidak mampu. Bermacam alasan dikemukakan, misalnya tidak terdata, ada juga yang sudah didata, tidak keluar namanya," tutur Desri. 

Ini adalah tangungjawab pemimpin di daerah, ungkap Desri. Karena warga telah memberikan amanah untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara. 

"Solusinya adalah bagaimana kita memperdayakan RT/RW untuk melakukan validasi data warganya yang benar-benar tidak mampu untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Karena yang tahu sama masyarakat itu adalah RT/RW," ujarnya. 

Menurutnya, setelah data divalidasi dengan kelurahan, disatukan ke Dinas Sosial. Pemerintah daerah jangan hanya menunggu hujan dari langit turun, tetapi harus menjemput ke Kementerian Sosial. 

"Tidak bisa kita hanya menyalahkan pemerintah pusat, sementara kita yang punya rakyat tidak berbuat apa-apa. Kalau masyarakat Kota Padang memberikan amanah pada 27 Juni 2018 nanti, saya langsung jemput bola ke Kementerian Sosial bersama OPD terkait," tegasnya. By
 
Top