Rapat Akreditasi Paripurna Di ruang Pola RSUD Sarolangun 

N3,Sarolangun, Rapat kegiatan pelaksanaan akreditasi paripurna 2019 berlangsung diruang pola RSUD Sarolangun. Kamis (3/5). Dengan agenda persiapan Pokja dalam pelaksanaan kegiatan akrediatasi 2018 (12/6) guna untuk penilaian akreditasi oleh KARS pada 2019 yang akan datang. Menuju Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS).


Pada saat menyampaikan kata sambutannya dr.Irwan Mizwar,M,KM Direktur RSUD Sarolangun mengatakan. Untuk mencapai SNARS, Rumah sakit harus menguasai akreditasi 2019,

dr.Bambang Hermanto,MKes (Ketua Akreditasi/kiri), dr.Irwan Mizwar, M.KM (Dirut RSUD/tengah) dan drg.Ibnu (Ketua Komite Medik/Kanan)

“ Pelaksanaan akreditasi 2018 (paripurna) dilaksanakan pada tahun ini. Dan Penilaiannya akan dilaksanakan pada 2019.Untuk Menyandang  Snars intinya harus sudah menguasai akreditasi 2019 “. Kata Dirut Rumah Sakit Prof.DR.H.M.Chatib Quzwain Sarolangun.


Sebelum menyandang SNARS, Setiap rumah sakit diseluruh Indonesia wajib terakreditasi sesuai kelas dan tingkatannya. Seperti, terakreditasi tingkat pratama, madya, utama dan paripurna. Sedangkan selama ini yang baru dilakukan oleh rumah sakit di Indonesia masih menggunakan Standart akreditasi versi 2012 yang merujuk dari angka lahirnya yakni di tahun 2012 sebagai penyempurnaan dari standart sebelumnya yaitu akreditasi rumah sakit tahun 1995.


Disamping itu ketua Akreditasi dr.Bambang Hermanto,M.Kes pada kata sambutannya mengatakan, Evaluasi dan verifikasi wajib dilakukan,

“ Pada penilaian 2019 yang akan datang, apabila dalam evaluasi dan verifikasi tidak lolos, Akreditasi versi 2012 kita bisa dicabut. Namun, yang dievaluasi itu hanya regulasinya saja dan tentu kesemuanya itu bermuara ke Snars. Dalam hal penilaian semuanya akan dinilai termasuk direktur rumah sakit  , Ketua akreditasi dan ketua Komite medik juga akan dinilai “. Jelas dr.Bambang Hermanto,M.Kes Ketua Akreditasi RSUD Sarolangun. (nal)


 
Top