N3 Limapuluh Kota - Keseriusan Bupati Limapuluh Kota H Irfendi Arbi untuk memajukan perikanan di daerahnya bukan sekedar cerita di mulut saja. Hal itu setidaknya terlihat dari kesuksesan daerah ini merebut prestasi di sektor perikanan.

Kebolehan terbaru berupa Juara 1 Lomba Kelompok Ikan Larangan Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang diraih Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Muaro Siknabun Kenagarian Lubuak Alai Kecamatan Kapur IX. Tropi dan penghargaan terbaik pertama itu diserahkan Dirjen Pengairan PUPR di Kampus Unand Limau Manih Padang, (3/5).

Pokmaswas Muaro Siknabun berhasil merebut posisi terdepan antara lain karena dinilai unggul dalam hal konservasi sumberdaya perairan. Kelompok ini sukses mengembangkan sejumlah ikan langka seperti Ikan Kpiek, Tabiang Alan, Tapa, Gariang dan Bauang, serta jenis ikan lainnya.

Disamping itu, konservasi sungai di lokasi ikan larangan Muaro Siknabun sangat alami dan memiliki tumbuhan pengaman tebing sungai seperti pohon bambu yang banyak tumbuh disepanjang tebing Sungai Siknabun. Tak kalah menariknya, Pokmaswas Siknabun dan sejumlah kelompok perikanan lainnya di daerah ini sudah memiliki regulasi berupa Peraturan Nagari (Pernag).

Dengan adanya Pernag tentang Pomaswas Perikanan tersebut, semua sudah diatur secara baik dan memiliki sanksi. Dalam regulasi itu termuat aturan main, pembangian hasil untuk kelompok, pemerintah nagari dan pemilik ulayat kawasan ikan larangan dimaksud. Selain itu, Pokmaswas ini senantiasa memperhatikan kearifan lokal.

Bupati Limapuluh Kota H. Irfendi Arbi mengaku sangat bersyukur atas diraihnya predikat juara 1 kelompok ikan larangan dimaksud.

“Alhamdulillah, kita berhasil membawa pulang juara pertama. Saya berharap prestasi ini terus meningkat. Bahkan saya berharap Pokmaswas kini mampu menggondol juara di tingkat nasional,” ungkap Bupati Limapuluh Kota H. Irfendi Arbi ketika menerima penghargaan itu dari Kepala Dinas Perikanan Ir. Refilza yang didampingi Kabid Pengembangan Sumberdaya Perikanan Ir. Nelti Hafni di pendopo rumah dinas bupati, kemaren.

Dikatakan, mengembangkan sektor perikanan sudah menjadi tekat yang harus dicapai di daerah ini. Untuk itu, semua pihak terkait harus berkomitmen untuk benar-benar konsisten membangun sektor perikanan tersebut.

“Komitmen mengembangkan perikanan itu harus diwujukan dengan pembangunan sektor perikanan dengan didukung berbagai pihak terkait. Tekat kita, Limapuluh Kota menjadi yang terdepan di sektor perikanan. Apalagi kita memiliki potensi sungai tidak kurang dari 13.888 hektar yang hingga kini baru termanfaatkan sekitar 10%” tutur Irfendi.

Irfendi berharap, daerah ini harus bisa memanfaatkan potensi perairan untuk mendukung perwujudan kesejahteraan masyarakat. Selain itu masyarakat juga perlu memakan ikan buat pemenuhan gizi. Sebab, hewan yang hidup di air itu termasuk makanan sehat.

“Saya mengajak kita semua senantiasa memakan ikan. Perlu diketahui, ikan termasuk makanan sehat serta mengandung omega 3, dan lainnya. Kita berharap ini bisa menginspirasi masyarakat lainnya agar ikut mengembangkan  usaha perikanan,” papar Bupati Irfendi.

Dilkatakan, tidak saja memberikan dampak ekonomi, saya yakin kegiatan Pokmaswas Lubuak Alai itu juga memberikan dampak hebat terhadap konservasi Sungai.

Terpisah Kepala Dinas Perikanan Refilza kepada wartawan menyebut, dengan diraihnya juara 1 tingkat Sumbar, dengan sendirinya Kabupaten Limapuluh Kota akan mewakili Provinsi Sumbar dalam lomba tingkat Nasional.

“Untuk menghadapi lomba tingkat nasional itu, kita akan melakukan pembinaan  secara keroyokan dalam tiga hal yang masing-masingnya, urusan pelestarian ikan oleh Dinas Perikanan. Berikutnya, terkait dengan konmservasi sungai, bakal ditangani Dinas PUPR , dan urusan Lingkungan Hidup bakal digarap Dinas Lingkungan Hidup,” terang Refilza.(Rahmat Sitepu)

 
Top