Malam ini, masih terkenang kembali, pada beberapa tahun silam. Usai pulang shalat Tarwih, Ku duduk dekat jendela rumah Ku yang menghadap ke jalan. Mata Ku menatap kedepan dan memperhatikan hilir mudiknya kendaraan yang berlalu lalang.

Tiba-tiba sosok sederhana kebapakan yang ringan tangan dan dikenal selalu memberi perhatian lebih terhadap kalangan pegawai kecil dan rekan rekan wartawan di Dinas PU Sumatera Barat berkelabat di depan mata.

Masih tergiang ditelinga ku ucapan adiku M. Kuriawan yang akrab disapa Aan saat itu, "bang, bapak tertangkap" ucapnya sedikit gagap. Antara percaya dan tidak peraya, Ia terus menyakinkan diriku bahwa memang yang tertangkap itu adalah Ir. Suprapto selaku Kepala Dinas PU Sumatera Barat.

Perasaanku bercampur aduk, sedih dan haru saat aku mendengar kabar atas tertangkapnya beliau. Tiap sebentar telepon Ku berdering, kurang lebih 11 kali telepon masuk terutama dari kalangan teman-teman wartawan yang menginformasikan dan memberi kabar diriku, bahwa memang Pak Suprapto telah di tangkap oleh KPK. 

Aku menyesal mengapa aku tidak sempat melihatnya? Mengapa? Meskipun aku tak tau dia akan pergi, aku tetap ingin menemuinya! Meski dalam kondisi saat itu tidak memungkinkan.

Meski itu cerita beberapa tahun silam, tetapi Aku dan adik Ku Aan merasa tidak ada tempat untuk bersenda gurau dan tempat untuk berbagi cerita lagi. 

Dan kami selalu berdo'a agar Ia selalu sehat, tabah dan rajin beribadah, moga kami dapat bertemu lagi. Kapan pun itu, tahun depan? bulan depan? minggu depan? atau esok lusa? Aku tak tau..?! Sampai saat apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kami selalu terbayang-bayang wajahnya yang kebapakan dan senyumnya yang karismatik itu. **Aan
 
Top