N3, Sarolangun ~ Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi kembali melaksanakan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kali ini di Lingkungan dunia usaha dan Swasta.

Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi P4GN merupakan karyawan dan karyawati dari berbagai perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Sarolangun yang masih renta beresiko terhadap penyalahgunaan Narkoba.

Sosialisasi P4GN dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Jambi AKBP Abdul Razak,Sedangkan untuk narasumber diambil alih langsung oleh Kepala BNNP Provinsi Jambi Brigjen.Pol.Drs.M.Toha Suharto, di Ballroom Hotel Abadi,Kamis (3/5/2018).

Dalam arahannya,Kepala BNN Provinsi Jambi menyebutkan jika,bagi para pecandu/ penyalahguna yang di tangkap tidak akan di penjara tetapi akan dikenakan wajib rehabilitasi keadaan ini disebut Dekriminalisasi.

BNNP Jambi sendiri, mengadakan sosialisasi P4GN tersebut tentunya mempunyai tujuan agar para pekerja di Provinsi Jambi khususnya di Kabupaten Sarolangun membentuk suatu kekebalan diri terhadap penyalahgunaan narkoba dan nantinya bisa membangun ekonomi menuju kesejahteraan hidup yang lebih baik.

"Sosialisasi P4GN akan menjadi modal awal dalam menghindari penyalahgunaan narkoba dan tentunya diharapkan ikut menyebarkan informasi guna menjaga orang-orang yang ada disekitarnya dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba,"ucap Brigjen.Pol.Drs.M.Toha Suharto.

Lebih lanjut ia mengatakan,jika dalam dunia usaha atau kerja, tingkat kesibukan dan kepenatan kerja sangat tinggi maka dengan mudah narkoba bisa masuk.

"Setelah mengikuti sosialisasi ini diharapkan para peserta dapat menularkan dan mengaplikasikan pengetahuannya baik untuk diri-sendiri, keluarga dan tentunya di lingkungan tempat bekerja,”tambahnya.

Sedangkan perwakilan PT Agrindo Panca Tunggal Perkasa Ardi, yang merupakan Mandor kebun menyambut dengan baik acara sosialisasi yang digelar oleh tim Pencegahan BNNP Jambi .

“Kami sangat senang BNNP Jambi berkesempatan datang dan memberikan arahan terkait bahaya narkoba.Kami menyadari betapa sudah seriusnya masalah penyalahgunaan narkoba saat ini,"ungkapnya. (SRF)
 
Top